Pemerintah Indonesia menyambut baik laporan kesepakatan tenteram nan dicapai Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri bentrok nan telah berjalan selama lebih dari tiga bulan di Timur Tengah.
Melalui pernyataan resmi di akun X Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Senin (15/6), Indonesia menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah positif bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.
"Indonesia menyambut baik laporan mengenai kesepakatan nan dicapai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sebagai perkembangan positif menuju penyelesaian bentrok secara tenteram serta kemajuan bagi perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan," tulis Kemlu RI.
"Kami memuji upaya seluruh pihak dan mediator nan telah berkontribusi secara konstruktif dalam memfasilitasi perbincangan dan mendorong penyelesaian perbedaan secara damai," lanjut pernyataan tersebut.
Kemlu RI menyerukan agar seluruh pihak tetap menahan diri dan menjaga momentum deeskalasi nan telah tercapai.
"Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk terus menahan diri, memegang teguh komitmen mereka, dan terlibat secara konstruktif dalam perbincangan guna mempertahankan momentum menuju deeskalasi," tulis Kemlu RI.
Kesepakatan tenteram AS-Iran diumumkan pada Minggu (14/6), mencakup penghentian operasi militer di seluruh front bentrok dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pembahasan menuju perjanjian final dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang.
Indonesia menegaskan kesiapan untuk mendukung beragam upaya nan bermaksud mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas area sesuai norma internasional serta prinsip-prinsip Piagam PBB.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·