Indonesia Jajaki Pengembangan Biodiversity Credits, Bidik Tuan Rumah COP 18 CBD 2028

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Indonesia Jajaki Pengembangan Biodiversity Credits, Bidik Tuan Rumah COP 18 CBD 2028 Menteri LH Jumhur Hidayat (kedua kiri)(dok.MI)

PEMERINTAH Indonesia menjajaki pengembangan skema biodiversity credits alias angsuran keanekaragaman hayati sebagai salah satu instrumen pendanaan konservasi. Langkah itu dibahas Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dalam pertemuan dengan Co-Chair International Advisory Panel on Biodiversity Credits (IAPB), Dame Amelia Fawcett, di sela agenda London Climate Action Week, London, Inggris, Rabu (24/6) waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, Jumhur didampingi Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Rasio Ridho Sani serta Staf Ahli Menteri Bidang Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya Noer Adi Wardojo.

Jumhur dan Amelia berganti pandangan mengenai kesempatan serta strategi pengembangan biodiversity credits di Indonesia. Skema tersebut dipandang dapat membuka sumber pendanaan baru bagi perlindungan dan pemulihan keanekaragaman hayati.

Pada kesempatan itu, Jumhur menyampaikan Indonesia tengah menjajaki kesempatan menjadi tuan rumah Konferensi Para Pihak ke-18 Konvensi Keanekaragaman Hayati alias COP 18 CBD pada 2028. Upaya tersebut dilakukan dengan membangun support dari para pemangku kepentingan di dalam negeri maupun mitra internasional.

Amelia menilai Indonesia mempunyai potensi besar untuk memanfaatkan pendanaan melalui skema biodiversity credits. Potensi itu ditopang posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Ia juga mengapresiasi langkah Kementerian Lingkungan Hidup membentuk Taskforce Pengembangan Biodiversity Credits. Gugus tugas itu disiapkan untuk mempercepat penerapan skema angsuran keanekaragaman hayati di Indonesia melalui kajian kebijakan, penyusunan skema, pemetaan potensi proyek percontohan, serta konsultasi intensif dengan para pemangku kepentingan.

“Inisiatif Indonesia menjadi pelopor pengembangan biodiversity credits di area Asia dan global. Hal ini memberi pesan krusial terhadap kerjasama antarnegara dan para pihak untuk peningkatan konservasi keanekaragaman hayati dengan semangat nature positive,” kata Amelia kepada Jumhur.

Kedua pihak sepakat meningkatkan kerja sama dengan menempatkan IAPB sebagai mitra pengetahuan bagi Kementerian Lingkungan Hidup. Kolaborasi itu juga bakal diarahkan untuk memperkuat perbincangan di beragam forum internasional, termasuk COP 17 Konvensi Keanekaragaman Hayati di Yerevan, Armenia, pada Oktober mendatang. (Fan/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia