Menhaj Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Petugas Haji yang Profesional-Kompeten

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf. Foto: Dok. Kemenhaj RI

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan seluruh aparatur Kemenhaj kudu menempatkan pelayanan jemaah sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji.

Penegasan tersebut disampaikan Menhaj saat memberikan pembinaan kepada ASN Kemenhaj se-Provinsi Jambi di Asrama Haji Jambi, Kamis (25/6).

Menurut Menhaj, jemaah kudu merasakan jasa nan aman, nyaman, mudah, dan manusiawi sejak berada di wilayah asal hingga kembali ke Tanah Air. Karena itu, setiap unsur jasa kudu terus dievaluasi dan diperbaiki berasas kebutuhan nyata jemaah di lapangan.

“Ukuran keberhasilan penyelenggaraan haji bukan hanya keberangkatan dan kepulangan jemaah melangkah lancar, tetapi juga sejauh mana jemaah merasa terlayani, terbantu, dan tidak mengalami kesulitan selama menjalankan ibadahnya,” ujar Gus Irfan.

Ia menjelaskan, Asrama Haji Jambi mempunyai peran krusial sebagai titik awal pelayanan bagi ribuan jemaah dari beragam daerah. Dengan meningkatnya jumlah jemaah nan dilayani, kualitas jasa kudu semakin diperkuat mulai dari penerimaan jemaah, pemeriksaan dokumen, jasa kesehatan, konsumsi, pengelolaan bagasi, transportasi, hingga proses kepulangan.

Gus Irfan juga meminta seluruh petugas haji untuk memberikan perhatian unik kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan akibat kesehatan tinggi agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan kondusif dan nyaman.

“Jangan sampai ada jemaah nan merasa bingung, telantar, alias tidak mendapatkan pendampingan saat memerlukan bantuan. Kehadiran petugas kudu betul-betul dirasakan manfaatnya oleh jemaah,” katanya.

Dalam pembinaan tersebut, Gus Irfan menekankan pentingnya menyiapkan petugas haji nan profesional, kompeten, dan berintegritas. Menurutnya, petugas nan bekerja mendampingi jemaah kudu memahami tugas pelayanan secara menyeluruh, bisa bekerja dalam situasi darurat, serta mempunyai kepedulian tinggi terhadap kebutuhan jemaah.

Ia juga mengingatkan bahwa Petugas Haji Daerah (PHD) dan PPIH Kloter merupakan garda terdepan nan berinteraksi langsung dengan jemaah. Karena itu, mereka kudu mengenali kondisi jemaah nan didampingi, membantu penyelesaian masalah di lapangan, serta memastikan seluruh jemaah mendapatkan jasa nan setara.

Petugas membantu jemaah haji nan tiba di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (2/6/2026) awal hari. Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

Selain aspek pelayanan, dia menegaskan pentingnya perlindungan terhadap jemaah dari beragam praktik nan dapat merugikan mereka. Seluruh ASN Kemenhaj diminta menjaga integritas serta memastikan tidak ada pungutan tidak resmi, penyalahgunaan layanan, maupun praktik lain nan berpotensi merugikan jemaah.

“Setiap kebijakan, setiap pelayanan, dan setiap keputusan kudu berpihak kepada kepentingan jemaah. Mereka datang membawa angan besar untuk menunaikan ibadah dengan tenang. Tugas kita adalah memastikan angan itu terjaga melalui pelayanan terbaik,” tegas Gus Irfan.

Melalui pembinaan tersebut, dia berambisi seluruh ASN Kemenhaj di Provinsi Jambi semakin memperkuat komitmen untuk menghadirkan jasa haji nan profesional, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah sebagai pusat pelayanan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan