Indef: Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Prabowo Butuh Sumber Baru

Sedang Trending 20 jam yang lalu
 Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Prabowo Butuh Sumber Baru Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti.(Dok. MetroTvNews)

DIREKTUR Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen nan dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai sasaran nan ambisius. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9).

Esther menyoroti adanya kesenjangan besar antara sasaran tersebut dengan realitas keahlian ekonomi nasional. Berdasarkan catatan Indef, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2021-2025 hanya berada di kisaran 4,8%. Untuk mencapai nomor delapan persen, pemerintah dinilai memerlukan upaya ekstra (extra effort).

"Kita kudu mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi nan baru, tidak hanya pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi nan konvensional," ujar Esther dalam aktivitas bertema "Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional" tersebut.

Salah satu sumber pertumbuhan baru nan potensial adalah optimasi sektor keuangan. Meski pertumbuhan angsuran perbankan mencapai 13,58% per Juli 2026, Esther mencatat pengedaran angsuran ke sektor UMKM tetap sangat rendah, ialah hanya tumbuh 1,1%. Ia menekankan pentingnya peran KSSK untuk memastikan sektor finansial berkontribusi nyata pada pertumbuhan, bukan sekadar menjaga stabilitas.

Dari sisi fiskal, Esther mengingatkan perlunya disiplin anggaran nan ketat. Saat ini, pertumbuhan shopping negara mencapai 11%, sementara penerimaan perpajakan hanya tumbuh tiga persen. Kondisi ini menuntut pemerintah untuk memprioritaskan alokasi anggaran pada program nan mempunyai akibat pengganda (multiplier effect) luas dan berkarakter jangka panjang.

Selain tantangan domestik, Indonesia juga dihadapkan pada ketidakpastian dunia akibat bentrok geopolitik dan fragmentasi perdagangan. Esther mendorong pemerintah untuk memperkuat sektor investasi dan ekspor guna memperluas pedoman pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan dinamika global. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia