Implementasi B50 Diproyeksi Pangkas Devisa Ekspor hingga Rp190 triliunamp;nbsp;

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Implementasi B50 Diproyeksi Pangkas Devisa Ekspor hingga Rp190 triliun 

B50 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono menyebut bahwa penerapan B50 berpotensi memangkas devisa negara hingga Rp190 triliun. 

Ia menjelaskan penerapan B50 secara penuh bakal memerlukan CPO sekitar 16,07 juta ton. Sedangkan saat B40 kebutuhan CPO sebesar 12,7 juta ton. Kondisi tersebut membikin Pemerintah mengalihkan 3 juta ton CPO untuk keperluan domestik setiap tahunnya. 

"Apabila ada permintaan ekspor naik kemungkinan kita tidak bisa memenuhi, lantaran ada kebutuhan dalam negeri nan bakal naik sekitar 3 juta ton," ujarnya dalam aktivitas Implementasi Program Biodiesel B50: Peluang, Tantangan & Strategi Nasional di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Eddy memaparkan, penerapan B50 membawa akibat nan terukur secara ekonomi. Dari sisi devisa, program ini diperkirakan bisa menghasilkan penghematan sekitar Rp172,35 triliun akibat berkurangnya impor energi. 

Namun, faedah tersebut diimbangi oleh potensi penurunan devisa ekspor CPO hingga Rp190,5 triliun, lantaran sebagian besar produksi dialihkan untuk kebutuhan domestik.

"Peningkatan kosumsi dalam negeri ini dan kesediaan pangan kudu tetap terjaga, mau tidak mau ketersedian produksi untuk ekspor bakal berkurang, nan berakibat pada penerimaan devisa dan penurunan PE (pungutan ekspor) maupun BK (bea keluar," lanjutnya. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑