Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah dicecar oleh beragam lembaga bumi dalam rangkaian Spring Meeting IMF-World Bank agar tak kebanyakan memberikan subsidi ke masyarakat.
Pernyataan ini Purbaya sebut mencuat lantaran beragam lembaga bumi itu heran Indonesia tetap bisa menjaga nilai BBM di dalam negeri tetap terkendali, khususnya BBM bersubsidi meskipun nilai minyak mentah bumi tengah bergolak akibat perang di Timur Tengah antara Iran dengan AS dan Israel.
"Main message nya dari IMF-World Bank itu sama, jangan kelebihan memberikan subsidi sehingga negara Anda rontok anggarannya," kata Purbaya di Gedung Juandal I Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Merespons cecaran itu, Purbaya menekankan pemerintah selama ini memang tidak banyak memberikan subsidi ke rakyatnya sendiri, karena BBM nan bersubsidi terbatas, jenisnya hanya untuk Pertalite maupun Solar.
"Kita kan enggak kelebihan, nan kita kasih subsidi aja, nan enggak subsidi biarin saya lepas ke pasar. Kan saya mengerti dan nan krusial adalah kita manage dengan betul," paparnya.
Dalam pertemuan itu, Purbaya mengaku juga telah memastikan kepada para lembaga bumi bahwa Indonesia mempunyai pertahan fiskal nan berlapis, nan bisa menjadi buffer untuk menjaga defisit APBN tak melampaui pemisah kondusif dalam UU Keuangan Negara sebesar 3% PDB.
"Mereka juga jadi tahu bahwa management cash kita cukup baik dan tetap punya kita bilang third layer alias fourth layer of defense nan betul dalam corak SAL (Saldo Anggaran Lebih)," kata Purbaya.
Khusus untuk SAL, Purbaya menganggap sebetulnya itu adalah pos anggaran nan konyol, lantaran membiarkan duit tunai pemerintah idle alias tak bergerak dalam jangka waktu lama. Namun, dalam periode krisis sangat berfaedah untuk menjaga tingkat daya shopping pemerintah andaikan kepepet.
"Dalam keadaan biasa itu konyol sebetulnya uangnya enggak kepakai ditaruh di situ aja menumpuk, tapi dalam keadaan seperti ini boleh juga," papar Purbaya.
(arj/mij)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·