Ilustrasi(MI/KISAR RAJAGUKGUK)
MASYARAKAT Kota Depok, Jawa Barat, mulai beranjak naik transportasi umum usai Pertamina (Persero) resmi menaikkan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada Rabu (10/6/2026). Masyarakat memilih beranjak naik kendaraan umum untuk menghemat ongkos sehari-hari dan tidak mau beranjak menggunakan BBM jenis lain.
Masyarakat nan memilih menggunakan transportasi umum seperti Kereta Api Listrik Commuter Line terlihat di Stasiun Depok Baru pada Kamis (11/6/2026) pagi.
Pantauan di lokasi, masyarakat Kota Depok nan bekerja di Jakarta tampak beramai-ramai mendatangi area terminal. Selain itu, tempat penitipan motor di sekitaran area Stasiun Depok Baru juga tampak penuh.
Seorang penduduk nan berjulukan Opan, 55, mengaku terpaksa naik transportasi umum lantaran naiknya nilai BBM Pertamax.
"Biasanya jika ke Jakarta, saya naik mobil. Berhubung harga Pertamax naik, saya lebih baik baik beranjak naik KRL, " katanya.
Ia mengatakan, naik KRL menjadi pilihan ekonomis. " Harga Pertamax emang lagi tinggi kan, jadi KRL pilihannya, " kata Opan di lokasi.
Opan mengatakan, tidak beranjak menggunakan BBM subsidi Pertalite lantaran tidak sesuai dengan mesin mobil miliknya. "Mobil saya Suzuki Baleno kudu BBM RON 92, " ungkapnya.
Opan nan bekerja di perusahaan swasta di Jalan Sudirman Jakarta setiap pagi naik mobil pribadi. "Sebelum Pertamax mengalami kenaikan, saya kerap menggunakan mobil menuju kantor, " ujarnya.
Warga Kota Depok lainnya, Surti, 56, menilai kenaikan nilai Pertamax ini bisa mengubah kebiasaan masyarakat agar beranjak ke transportasi umum. "Tapi harusnya sarana prasarananya diperbaiki lagi, " katanya
Surti berharap, pemerintah terus meningkatkan kualitas transportasi umum khususnya KRL agar tidak berdesak-desakan, " katanya.
Indah, 36, penduduk lainnya mengeluhkan kenaikan BBM Pertamax lantaran sangat memberatkan. Ia mengatakan terpaksa pakai Pertamax lantaran sudah terbiasa.
"Mobil saya sudah biasa pakai Pertamax. Paling solusinya kurangi jajan, tapi ga tau deh, " ucap indah.
Indah menyebutkan, tidak bisa pakai transportasi umum lantaran jarak menuju kantornya cukup jauh. Belum lagi, transportasi penunjangnya tidak ada.
"Harapan saya sebagai warga, Pertamax harganya turun lagi, itu aja. Kita selama ini sudah membantu pemerintah dengan tidak membeli BBM bersubsidi, tapi sekarang naiknya tinggi banget, sebel banget serius, " ungkapnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·