Liputan6.com, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau berakibat terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Penumpang nan terdampak terlihat menumpuk di selasar gate keberangkatan Terminal 3 pada Minggu awal hari (6/9/2026).
Penumpang dengan koper dan peralatan bawaan memenuhi ruang tunggu. Sebagian semestinya berangkat pada awal hari, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional. Namun, mereka memilih tetap berada di airport sembari menunggu kepastian agenda penerbangan.
Sejumlah penumpang terlihat terlelap, sementara lainnya duduk menunggu di bangku nan mulai dipenuhi penumpang.
Salah satunya Mirza, wanita asal Lampung nan semestinya terbang ke Taiwan sekitar pukul 08.00 WIB. Dia memilih memperkuat di airport setelah menerima pemberitahuan mengenai penutupan sementara operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Iya, tadi dikasih tahu jika diubah diganti katanya ke jam separuh 3 sore," ujarnya.
Perjalanan ke luar negeri tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Mirza. Meski agenda penerbangannya berubah, dia memilih mengikuti ketentuan penerbangan nan berlaku.
"Kan harusnya transit di Hongkong, tadi katanya diganti ke Malaysia. Jadi mungkin saya bakal di Malaysia dulu," ujarnya.
Sementara itu, NOTAM penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·