Ilustrasi kekeringan akibat el nino.(Dok. Magnific)
APAKAH suhu Bumi semakin panas? Dalam beberapa waktu terakhir, cuaca panas terasa semakin menyengat, gelombang panas lebih sering terjadi, dan hujan ekstrem juga makin terasa di beragam wilayah. Kondisi ini menjadi bagian dari perubahan suasana nan semakin nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Perkiraan Bumi Makin Panas
Perkiraan terbaru dalam laporan World Meteorological Organization (WMO) menunjukkan bahwa suhu rata-rata dunia dalam lima tahun ke depan tetap bakal memperkuat pada level tinggi. Laporan tersebut menyoroti kondisi di Pasifik tropis tengah, khususnya wilayah Niño 3.4, nan diprediksi condong bergerak menuju El Niño pada 2027 dan 2028.
Menurut Leon Hermanson, penulis utama laporan tersebut, prediksi munculnya El Niño pada akhir 2026 turut meningkatkan kesempatan 2027 menjadi tahun berikutnya nan mencatat rekor suhu baru. Temuan krusial lain juga terlihat dari sejumlah kejadian berikut:
- Penyusutan Es Arktik: Prediksi es laut Arktik untuk Maret 2026 - 2035 menunjukkan pengurangan lebih lanjut konsentrasi es laut di Laut Barents, Laut Bering, dan Laut Okhotsk.
- Perubahan Curah Hujan Musim Dingin: Prediksi menunjukkan kondisi nan lebih basah dari rata-rata di lintang tinggi bagian bumi utara untuk lima musim dingin panjang berikutnya (November hingga Maret).
- Anomali Regional: Pola curah hujan untuk Mei-September 2026 - 2030 menunjukkan kemungkinan anomali curah hujan tinggi di Sahel, Eropa utara, Alaska, dan Siberia, serta anomali rendah di wilayah Amazon.
Dampak Pemanasan Mulai Terlihat
WMO memprediksi pemanasan di Arktik bakal berjalan jauh lebih sigap dibandingkan rata-rata global. Dalam lima musim dingin bagian bumi utara berikutnya, suhu Arktik diperkirakan berada sekitar 2,8°C di atas rata-rata periode 1991 - 2020. Angka tersebut mencapai lebih dari tiga separuh kali lipat anomali suhu rata-rata dunia pada periode nan sama.
Pemanasan ekstrem ini berakibat langsung pada kondisi es laut. Pengurangan konsentrasi es di Laut Barents hingga Laut Okhotsk diprediksi terus bersambung hingga 2035. Selain suhu dan es, pola pengedaran air di atmosfer juga mengalami pergeseran signifikan.
Wilayah lintang tinggi di bagian bumi utara condong menjadi lebih basah, sementara wilayah subtropis, terutama di bagian bumi selatan, berpotensi mengalami penurunan curah hujan. Hal ini konsisten dengan ekspektasi pemanasan suasana dunia nan sedang terjadi.
Proyeksi WMO menunjukkan bahwa suhu tinggi dan perubahan pola cuaca ekstrem bakal tetap menjadi bagian dominan dari kondisi suasana dunia dalam beberapa tahun mendatang.
(World Meteorological Organization/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·