IKAPEKSI Audiensi dengan Wapres Gibran, Bahas Potensi Alumni Kenshusei untuk Ekonomi Indonesia

Sedang Trending 55 menit yang lalu
IKAPEKSI Audiensi dengan Wapres Gibran, Bahas Potensi Alumni Kenshusei untuk Ekonomi Indonesia Ilustrasi(Istimewa)

IKATAN Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) melakukan audiensi dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Gedung Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (28/8). Pertemuan tersebut membahas potensi alumni Kenshusei dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM), produktivitas, kewirausahaan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Rombongan IKAPEKSI dipimpin langsung Ketua Umum IKAPEKSI Pranyoto Widodo, didampingi Dewan Penasehat H. Ridwan, Wakil Ketua Umum Dr. Pajar Mahmud, M.M. dan Ir. Soeroyo Prihantono, Sekretaris Umum Amin Fahrudi, Wakil Sekretaris Umum Soleh, Kabid Pemagangan Fathurrahman.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum IKAPEKSI, Pranyoto Widodo menyampaikan bahwa pengalaman pemagangan di Jepang mempunyai nilai strategis nan lebih besar daripada sekadar kesempatan bekerja di luar negeri.

Menurut dia, para Kenshusei mendapatkan pengalaman langsung mengenai etos kerja, kedisiplinan, produktivitas, tanggung jawab, budaya keselamatan, serta pola kerja nan sistematis selama berada di Jepang.

“Yang kami bawa dari Jepang bukan hanya penghasilan, tetapi juga etos kerja dan pengalaman. Ketika kembali ke Indonesia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun usaha, meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan pekerjaan,” ucap Pranyoto dikutip dari siaran pers nan diterima, Jumat (28/8).

Ia mengungkapkan, penghasilan pekerja Indonesia di Jepang juga memberikan akibat langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga. Penghasilan tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pendidikan anak, pembangunan rumah, tabungan, hingga modal upaya setelah kembali ke Indonesia.

“Alumni Kenshusei mempunyai potensi menjadi jembatan antara kebutuhan sumber daya manusia Jepang dengan pembangunan ekonomi Indonesia,” paparnya.

Saat ini, IKAPEKSI mempunyai jejaring di beragam wilayah melalui 25 Dewan Pengurus Daerah (DPD) di Indonesia. Jaringan pengusaha alumni juga bergerak di beragam sektor, mulai dari manufaktur, perdagangan, pertanian, peternakan, pendidikan, kuliner, jasa hingga beragam bagian upaya lainnya.

Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk memperkuat kontribusi alumni Kenshusei setelah menyelesaikan program pemagangan dan kembali ke Indonesia.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan respons positif terhadap sejumlah masukan dan aspirasi nan disampaikan IKAPEKSI.

Gibran turut mengelaborasi beragam persoalan dan kesempatan nan disampaikan, terutama mengenai gimana pengalaman kerja dan pemagangan di Jepang dapat memberikan faedah nan lebih besar bagi Indonesia setelah para peserta kembali ke tanah air.

Gibran juga menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti beragam masukan tersebut melalui kementerian dan lembaga terkait. Dengan demikian, aspirasi IKAPEKSI diharapkan dapat terkoneksi dengan program-program pemerintah nan telah berjalan.

"Tolong ini jadi perhatian san disampaikan ke kementerian terkait, ini krusial sekali," ucap dia.

Gibran juga mendorong agar pembiayaan untuk anak-anak nan magang dipermudah agar lebih banyak nan terserap di bumi Kerja .

Bagi IKAPEKSI, perihal tersebut menjadi poin krusial lantaran organisasi tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga menawarkan jejaring dan pengalaman alumni sebagai bagian dari solusi dalam pengembangan SDM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pranyoto menegaskan, pihaknya tidak mau melangkah sendiri. Organisasi tersebut siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat ekosistem pemagangan dan penempatan tenaga kerja ke Jepang sekaligus memastikan adanya pemberdayaan bagi alumni setelah kembali ke Indonesia.

“Salah satu program nan dijalankan adalah SMART IKAPEKSI alias Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu. Program tersebut telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Grobogan, Ponorogo dan Cilacap,” tegasnya.

IKAPEKSI juga membangun komunikasi dan jejaring dengan beragam pihak di Indonesia maupun Jepang, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), IM Japan, Japan Foundation, JICA, serta Kedutaan Besar Jepang.

Menurut Pranyoto, audiensi dengan Wakil Presiden menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan alumni Kenshusei.

Ia berambisi tindak lanjut pertemuan tersebut dapat membuka ruang kerjasama nan lebih luas, terutama dalam penyiapan SDM Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jepang, peningkatan produktivitas, pemberdayaan alumni, pengembangan UMKM dan kewirausahaan, serta penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Jepang.

“Kami mau pengalaman Kenshusei di Jepang tidak berakhir sebagai pengalaman pribadi. Kami mau pengalaman itu kembali ke Indonesia menjadi produktivitas, menjadi usaha, menjadi lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegas Pranyoto. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia