Tangguh Yudha
, Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |16:22 WIB

OJK soal IHSG (Foto: Okezone)
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan reformasi pasar modal Indonesia bakal terus melangkah di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 11 persen pada perdagangan Jumat (16/10/2026).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, reformasi pasar modal merupakan agenda nan bakal terus dijalankan untuk memperkuat pasar modal domestik. Menurutnya, langkah pembenahan tersebut bukan semata-mata dilakukan untuk merespons tekanan MSCI saja.
"Iya kita terus melakukan reformasi. Kita kan komitmen melakukan reformasi bukan lantaran satu index dunia provider. Tapi memang komitmen kita untuk melakukan reformasi nan tadi kita sampaikan," kata Frederica dalam konvensi pers nan digelar di Bursa Efek Indonesia (BEI) siang ini.
Ia mengungkapkan, OJK berbareng Self-Regulatory Organization (SRO) tengah menjalankan reformasi nan disebut sebagai terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Agenda pembenahan tersebut telah dimulai sejak awal tahun ini.
"Saat ini OJK dan SRO sedang melakukan reformasi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Itu sudah kita sampaikan sejak bulan Januari 2026 ini," katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah langkah reformasi telah dilakukan untuk menjawab beragam perhatian dan masukan dari penyedia indeks global, terutama mengenai transparansi dan keterbukaan info di pasar modal.
Salah satunya melalui peningkatan transparansi kepemilikan saham. OJK menerapkan keterbukaan info kepemilikan saham mulai dari 1 persen, lebih rinci dibandingkan ketentuan sebelumnya sebesar 5 persen.
"Semua concern dari dunia index provider telah kita penuhi dan laksanakan. Termasuk dalam unsur transparansi, kita nan pada umumnya adalah keterbukaan 5 persen, kita 1 persen kita buka," lanjutnya.
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·