IHSG berbalik menguat ke posisi 5.297,43 pada Rabu (21/10).(Dok. Antara)
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses berbalik menguat (rebound) pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai penguatan ini merupakan corak apresiasi pelaku pasar terhadap langkah Bank Indonesia (BI) nan mempertahankan BI-Rate di level 5,75%.
Berdasarkan info perdagangan pukul 14.45 WIB, IHSG menguat 18,54 poin alias 0,35% ke posisi 5.297,43. Pergerakan ini membalikkan kondisi sesi I nan sempat tertekan hingga melemah 0,84% ke level 5.234,36.
Sentimen Kebijakan Moneter dan Stabilisasi Rupiah
Nafan menjelaskan bahwa keputusan BI menahan suku kembang referensi dinilai tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tekanan eksternal. Langkah ini juga sejalan dengan upaya mencapai sasaran inflasi sebesar 2,5 plus minus 1% pada 2026 dan 2027.
“BI konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah guna mendukung pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan,” ujar Nafan di Jakarta, Rabu (21/10).
Selain aspek kebijakan moneter, penguatan hari ini dipicu oleh kombinasi technical rebound setelah tindakan jual signifikan pada perdagangan Selasa (20/10). Munculnya tindakan bargain hunting alias perburuan saham-saham berbobot murah (undervalued) turut mendorong indeks ke area hijau.
Sektor Perbankan Jadi Motor Penggerak
Secara sektoral, pemulihan IHSG ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Sektor perbankan menjadi motor utama lantaran sifatnya nan likuid dan mempunyai berat signifikan terhadap indeks. Selain perbankan, sektor energi, pertambangan, peralatan baku, dan konsumer juga mencatatkan performa positif.
“Sektor daya dan pertambangan didukung dinamika nilai komoditas global, sementara sektor konsumer menarik minat penanammodal lantaran permintaannya nan relatif stabil,” tambahnya.
Kewaspadaan Terhadap Risiko MSCI dan Transparansi
Meski IHSG menguat, Nafan mengingatkan penanammodal untuk tetap berhati-hati. Sentimen negatif mengenai pertimbangan pengelompokkan Indonesia oleh MSCI belum sepenuhnya mereda. Investor dunia tetap mencermati rumor transparansi kepemilikan saham dan keterbukaan info free float.
Investor asing condong tetap bersikap cautious dan selektif dalam menentukan eksposur pada aset domestik. Mereka menunggu bukti konkret reformasi pasar modal oleh OJK dan BEI untuk meningkatkan kredibilitas pasar.
Proyeksi Jangka Pendek dan Menengah
Dalam jangka pendek, IHSG berpotensi melanjutkan pemulihan teknikal, namun volatilitas diperkirakan tetap tinggi. Keberlanjutan rebound ini sangat berjuntai pada konfirmasi arus beli (inflow) asing dan stabilitas nilai tukar.
Untuk jangka menengah, prospek pasar modal Indonesia bakal berjuntai pada efektivitas reformasi dalam memperbaiki transparansi dan perlindungan investor. Nafan menyarankan strategi akumulasi berjenjang pada saham berfundamental solid dengan manajemen akibat nan disiplin.
“Jika reformasi melangkah konsisten, kesempatan pemulihan kepercayaan pasar bakal semakin terbuka lebar,” pungkasnya. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·