Ilustrasi(Antara)
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Kamis (3/9/2026) di area hijau. Pergerakan positif ini didorong oleh sinergi aspek pendukung dari dalam negeri maupun mancanegara.
IHSG melonjak 72,11 poin alias 1,09% menuju level 6.667,89. Sejalan dengan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 turut terkerek 10,90 poin alias 1,67% ke posisi 662,77.
“Sentimen eksternal dan internal menopang menguatnya IHSG,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Pemicu Eksternal: Data Tenaga Kerja AS hingga Kinerja Asia
Faktor dunia dipengaruhi oleh rilis info penyerapan tenaga kerja sektor swasta AS (ADP Employment Change) nan melambat dari 46.000 menjadi 38.000 pada Agustus 2026. Kondisi tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden Federal Reserve New York John Williams nan mengisyaratkan belum perlunya penyesuaian suku kembang referensi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, rumor geopolitik mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyebut potensi operasi militer AS di Iran kemungkinan berjalan singkat. Hal ini meredakan kekhawatiran bentrok berkepanjangan di Timur Tengah serta menurunkan tekanan inflasi akibat melandainya nilai minyak dunia.
Dari pasar regional, Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa Global S&P Jepang naik ke posisi 52,5 pada Agustus 2026. PMI Jasa Tiongkok versi RatingDog juga merangkak ke 51,4 dari posisi 50,4 pada Juli 2026. Peningkatan aktivitas di kedua negara tersebut didukung oleh permintaan domestik nan lebih kuat.
Faktor Domestik: Pelantikan Gubernur Bank Indonesia
Dari dalam negeri, kepemimpinan baru di Bank Indonesia (BI) memberikan kepastian bagi investor. Pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI wanita pertama disambut positif pasar, terutama atas komitmennya menjaga stabilitas moneter dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Respons pasar tersebut seiring melangkah lancarnya proses transisi kepemimpinan di BI, sehingga pelantikan tersebut menjadi sinyal bakal keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral,” kata Nico.
Statistik Perdagangan BEI
IHSG konsisten bergerak di area hijau sejak pembukaan hingga penutupan sesi kedua. Berdasarkan info IDX-IC, sepuluh sektor mencatatkan kenaikan nan dipimpin oleh:
- Transportasi & Logistik: +2,46%
- Industri: +1,99%
- Barang Konsumen Primer: +1,60%
Satu-satunya sektor nan terkoreksi adalah sektor teknologi nan melemah 1,66%. Saham-saham nan masuk jejeran top gainers hari ini meliputi VRNA, TRUK, UANG, NICK, dan FORU. Sementara top losers ditempati oleh BELI, BAPA, UDNG, MDIA, dan INTD.
Aktivitas perdagangan mencatatkan total transaksi sebanyak 2.471.000 kali dengan volume 39,30 miliar lembar saham senilai Rp18,60 triliun (setara US$1,21 miliar). Sebanyak 415 saham menguat, 228 saham melemah, dan 320 saham stagnan.
Bursa Saham Regional Asia
| Nikkei | -0,18% | 64.208,00 |
| Hang Seng | -0,39% | 25.213,31 |
| Shanghai Composite | +0,02% | 3.942,09 |
| Kospi | +0,26% | 6.579,48 |
| Straits Times | +0,06% | 5.747,71 |
English (US) ·
Indonesian (ID) ·