Perum Bulog bakal menggelontorkan 110.000 ton beras September ini untuk menjaga stabilitas harga. Sebanyak 75.000 ton merupakan beras premium nan bakal disalurkan ke ritel modern dan pasar Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) di seluruh Indonesia dan 35.000 ton beras medium.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan nilai beras premium nan terjadi di pasaran.
“Jadi kami mengantisipasi bakal kenaikan inflasi. Itu nan paling utama. Karena penugasan Bulog nan paling utama adalah menjaga stabilisasi nilai khususnya jangan sampai naik inflasi. Karena jika sudah naik, maka otomatis kita mau enggak mau kudu lebih berat kerjanya,” kata Rizal di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (5/9).
Rizal menekankan gelontoran pangan tersebut tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi mencakup seluruh wilayah Indonesia. Dia mengatakan jejeran ketua wilayah hingga ketua bagian Bulog telah diminta melakukan pemantauan di pasar masing-masing.
“Tadi kita juga melaksanakan zoom langsung. Sengaja kami perintahkan zoom di pasar masing-masing di seluruh tanah air, baik seluruh ketua wilayah sampai dengan ketua bagian di kabupaten alias kota. Kami perintahkan lebih dari 500 ketua bagian kami melaksanakan zoom di pasar,” tutur Rizal.
Rizal mengungkapkan penyaluran beras tersebut mulai dilakukan pada pekan ini. Beras bakal disalurkan ke ritel modern dan pasar-pasar SP2KP di seluruh Indonesia.
Sejumlah perusahaan ritel modern nan telah memesan di antaranya PT Indomarco Prismatama, PT Megah Daya Inti, PT Inti Cakrawala Citra, PT Sumber Alfaria Trijaya. Lalu, PT Lion Super Indo, PT Swalayan Sukses Abadi, PT Matahari Putra Prima, PT Tip Top Supermarket, PT Midi Utama Indonesia dan PT Hero Retail Nusantara.
Bulog juga menggandeng pihak swasta untuk mendukung upaya menjaga nilai pangan. Rizal mengatakan pihaknya mengimbau pelaku upaya agar menjual produk dengan nilai sesuai HET.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·