IHSG Melonjak 3,5 Persen, Saham Himbara Jadi Penopang

Sedang Trending 1 hari yang lalu
IHSG Melonjak 3,5 Persen, Saham Himbara Jadi Penopang ilustrasi(Antara)

Indeks nilai saham campuran (IHSG) dibuka menguat tajam pada perdagangan Senin (15/6), melanjutkan tren positif nan telah terbentuk sejak pekan lalu. Berdasarkan info Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.10 WIB, IHSG melonjak lebih dari 3,5% ke level 6.221,44. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh reli saham-saham perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nan tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Motor utama penggerak bursa pagi ini berasal dari jejeran saham perbankan BUMN (Himbara). PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin penguatan dengan raihan 210 poin (5%) ke level Rp4.410 per saham. Menyusul di belakangnya, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 210 poin (5,9%) ke nomor Rp3.770 per saham, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melesat 120 poin (4,21%) ke posisi Rp2.970 per saham.

​Selain kekuasaan Himbara, saham BUMN dari sektor pertambangan dan telekomunikasi turut membukukan rapor hijau. PT Timah Tbk (TINS) menguat tajam 260 poin (7,88%). Sedangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 220 poin (7,72%) ke level Rp3.070. Sementara PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 80 poin (2,80%).

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan perusahaan-perusahaan pelat merah sekarang sedang berada pada performa puncaknya.

​“Kinerja IHSG hari ini nan menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi gambaran nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya,” ujar Dony dalam keterangan resmi, Senin (15/6).

​Menurut Dony, meskipun pergerakan pasar dalam jangka pendek kerap diwarnai dinamika dan sentimen sesaat, penanammodal pada akhirnya bakal tetap logis dalam memandang realitas keahlian BUMN nan sekarang jauh lebih sehat, efisien, dan menguntungkan.

​“Tentu ada rumor dan sentimen nan cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh penanammodal bakal memandang bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan negara kita sedang mencatatkan pencapaian di posisi nan paling optimal,” tegasnya.

​Dony menambahkan, rekam jejak positif di beragam sektor strategis ini merupakan momentum penting. Posisi terbaik BUMN saat ini menjadi landasan kuat untuk terus mengakselerasi pembuatan nilai (value creation) sekaligus memberikan imbal hasil nan menjanjikan bagi para investor.

​“Teman-teman bisa memandang sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor nan memuaskan. BUMN kita betul-betul berada di posisi terbaiknya untuk terus melesat ke depan,” pungkas Dony. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia