ilustrasi(Antara)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa positif pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. IHSG hari ini dibuka menguat sebesar 66,99 poin alias 1,07% ke posisi 6.321,96. Penguatan ini terjadi di tengah sikap wait and see para pelaku pasar terhadap kebijakan suku kembang acuan domestik dan global.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa penanammodal saat ini tengah mencermati sejumlah agenda krusial pekan ini. Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia nan dijadwalkan pada Kamis (18/6) diprediksi bakal meningkatkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%.
“Kami menyarankan sebaiknya tunggu break out level krusial 6.300 sebelum memutuskan average up. Ingat bahwa tetap ada beberapa event krusial pekan ini nan berpotensi menimbulkan goncangan pasar, seperti keputusan MSCI dan FTSE Russell,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta.
Dari sisi mancanegara, perhatian tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16-17 Juni. Sebanyak 55% fund manager memperkirakan Ketua The Fed, Kevin Warsh, bakal mempertahankan nada hawkish. Selain itu, ekspektasi kenaikan suku kembang AS dalam 12 bulan ke depan meningkat tajam menjadi 40 persen dari sebelumnya hanya 16 persen.
Pergeseran Strategi Investor
Berdasarkan Survei Global Fund Manager Bank of America, optimisme penanammodal mendekati level tertinggi dengan Bull & Bear Indicator berada di level 8,9. Meski demikian, mulai terlihat pergeseran posisi portofolio nan lebih defensif:
- Overweight saham dunia turun dari 50% menjadi 38%.
- Eksposur pada sektor teknologi menyusut dari 33% ke 26%.
- Peningkatan alokasi terlihat pada pasar Jepang, sektor material, dan perbankan.
- Posisi long pada saham semikonduktor dunia menjadi crowded trade terbesar dengan 80 persen responden menempatkannya sebagai posisi paling ramai.
Sentimen Komoditas dan Geopolitik
Di pasar komoditas, nilai minyak bumi kembali tertekan menjelang rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss pada Jumat (19/6). Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz bakal dibuka penuh, meskipun perincian kesepakatan tetap dibayangi keberatan dari pihak Israel mengenai program rudal balistik Iran.
Rencana Penerbitan Panda Bonds
Sebagai langkah strategis memperkuat nilai tukar Mata Uang Rupiah, pemerintah Indonesia berencana menerbitkan Panda Bonds pada akhir Juni alias awal Juli 2026. Instrumen utang dalam denominasi Yuan ini bermaksud untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS serta memperluas pedoman penanammodal di pasar internasional. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·