IHSG Hari Ini Melemah Tertekan Sentimen Global dan Domestik

Sedang Trending 2 hari yang lalu
IHSG Hari Ini Melemah Tertekan Sentimen Global dan Domestik ilustrasi(Antara)

Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama menyatakan bahwa pelemahan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (15/10) dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari tingkat dunia maupun domestik.

Hingga pukul 14.00 WIB, IHSG tercatat merosot 130,52 poin alias 2,20 persen ke posisi 5.812,50. Elandry menjelaskan bahwa tekanan terhadap nilai tukar Rupiah dan kenaikan yield US Treasury menjadi aspek eksternal utama nan membebani indeks.

“Pelemahan IHSG hari ini tetap dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik, terutama tekanan terhadap Rupiah, kenaikan yield US Treasury, serta potensi capital outflow (arus biaya keluar) dari penanammodal asing,” ujar Elandry saat dihubungi di Jakarta, Kamis (15/10).

Kondisi tersebut, lanjutnya, telah menekan risk appetite alias selera akibat penanammodal dunia terhadap aset-aset berisiko, termasuk instrumen saham di pasar negara berkembang. Hal ini terkonfirmasi dari tindakan jual bersih (net sell) penanammodal asing nan mencapai Rp182,94 miliar hingga penutupan perdagangan sesi I.

Elandry menekankan pentingnya mencermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) nan menjadi beban utama indeks untuk memetakan arah pasar selanjutnya.

Terkait strategi investasi, dia menilai saham-saham perbankan big caps tetap sangat menarik untuk dikoleksi, terutama saat terjadi koreksi nan membikin valuasinya menjadi lebih atraktif. Namun, dia memberikan catatan agar penanammodal tidak gegabah.

“Investor sebaiknya tetap selektif dan tidak terburu-buru melakukan akumulasi sebelum tekanan jual mereda dan volatilitas pasar lebih stabil,” tegasnya.

Statistik Perdagangan Kamis (15/10) pukul 14.00 WIB:

  • IHSG: 5.812,50 (-2,20%)
  • Indeks LQ45: 583,79 (-1,82%)
  • Transaksi: 1,41 juta kali dengan nilai Rp8,81 triliun
  • Pergerakan Saham: 77 naik, 649 turun, 237 stagnan

Berdasarkan info Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor (sebelas sektor) berada di area merah. Sektor daya mencatatkan penurunan terdalam sebesar 3,77 persen, disusul sektor industri sebesar 3,18 persen, dan sektor peralatan baku nan melemah 3,15 persen.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑