ilustrasi(Antara)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6) pagi bergerak di area hijau. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari bursa dunia seiring dengan ekspektasi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan Israel.
IHSG dibuka menguat 2,55 poin alias 0,05 persen ke posisi 5.344,69. Searah dengan indeks utama, golongan 45 saham unggulan alias Indeks LQ45 juga mencatatkan kenaikan sebesar 1,22 poin alias 0,23 persen ke posisi 528,30.
Sentimen Global dan Pelemahan Harga Minyak
Optimisme pasar muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mendorong tercapainya gencatan senjata antara Iran dan Israel. Meskipun situasi di lapangan dinilai tetap rapuh, langkah negosiasi tenteram nan sedang berjalan memberikan ruang napas bagi pasar ekuitas. Dampak langsung dari meredanya tensi ini terlihat pada nilai minyak mentah dunia nan bergerak melemah.
Update Harga Komoditas Energi:
- Minyak WTI: Turun 0,46% ke level 90,88 dolar AS per barel.
- Minyak Brent: Turun 0,35% ke level 93,92 dolar AS per barel.
Namun, penanammodal tetap waspada terhadap info inflasi AS (CPI dan PPI) nan bakal dirilis pekan ini. Goldman Sachs apalagi telah menunda proyeksi pemangkasan suku kembang The Fed hingga 2027, mengingat kuatnya info tenaga kerja dan akibat inflasi dari sektor daya serta permintaan AI.
Kondisi Domestik: Cadangan Devisa dan Isu Danantara
Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan persediaan devisa (Cadev) Indonesia pada akhir Mei 2026 berada di posisi 144,9 miliar dolar AS. Angka ini turun dibandingkan posisi April 2026 nan sebesar 146,2 miliar dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah intervensi BI untuk menjaga stabilitas Mata Uang Rupiah.
Selain Cadev, perhatian pasar tertuju pada perkembangan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Munculnya Peraturan Pemerintah (PP) No.19/2026 nan membuka kesempatan suntikan APBN melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) ke holding investasi ini memicu obrolan mengenai akibat fiskal dan akuntabilitas biaya publik.
Strategi Investasi: Fokus pada Dividen
Menghadapi volatilitas pasar, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyarankan penanammodal untuk menerapkan strategi dividend investing sebagai langkah defensif.
"Investor setidaknya tetap memperoleh cash return melalui dividen sembari mengakumulasi saham-saham berbobot pada valuasi nan jauh lebih murah dibanding beberapa bulan lalu," ujar Liza dalam kajiannya.
| IHSG | 5.344,69 | +0,05% |
| Indeks LQ45 | 528,30 | +0,23% |
| Cadangan Devisa | 144,9 Miliar USD | Turun 1,3 Miliar USD |
Secara keseluruhan, meskipun IHSG dibuka menguat, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati dinamika kebijakan suku kembang dunia dan perkembangan fiskal domestik mengenai holding Danantara dalam jangka menengah.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·