IHSG Ditutup Menguat ke 5.916, Investor Pantau Risalah The Fed dan Cadev

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
IHSG Ditutup Menguat ke 5.916, Investor Pantau Risalah The Fed dan Cadev IHSG hari ini menguat 0,69% ke posisi 5.916,07 pada Senin (6/7).(Dok. Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (6/7) sore ditutup menguat di tengah sikap pelaku pasar nan menantikan risalah pertemuan The Fed dan rilis info persediaan devisa (cadev) domestik. IHSG hari ini, menguat 40,29 poin alias 0,69 persen ke posisi 5.916,07, sementara indeks LQ45 naik 0,4% ke level 584,48.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa pergerakan indeks saat ini dibayangi oleh sentimen eksternal dan internal. Dari mancanegara, pasar condong berhati-hati menantikan risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku kembang Amerika Serikat (AS).

"Risalah ini memberikan rincian komplit dari keputusan kebijakan moneter dan proyeksi ekonomi nan dibahas selama pertemuan," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin (6/7).

Kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku kembang AS sedikit mereda setelah info pekerjaan non-pertanian (non-farm payroll) AS Juni 2026 hanya meningkat 57.000, jauh di bawah perkiraan 110.000. Selain itu, pelaku pasar juga memantau info inflasi (CPI dan PPI) China nan bakal dirilis pekan ini sebagai parameter pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dari dalam negeri, konsentrasi utama tertuju pada rilis info persediaan devisa Juni 2026 nan dijadwalkan keluar pada Selasa (7/7). Data ini krusial untuk mengukur ketahanan stabilitas nilai tukar Rupiah serta keahlian pembiayaan impor dan utang luar negeri. Sebagai catatan, cadev Mei 2026 berada di posisi 144,9 miliar dolar AS, turun dari April nan sebesar 146,2 miliar dolar AS.

Secara sektoral, sembilan sektor mencatatkan penguatan dipimpin oleh sektor daya nan naik 0,94 persen, diikuti sektor teknologi dan peralatan konsumen non-primer. Sebaliknya, sektor prasarana dan peralatan konsumen primer mengalami pelemahan masing-masing 0,18 persen dan 0,05 persen.

Frekuensi perdagangan hari ini tercatat sebanyak 1,61 juta kali transaksi dengan volume 18,59 miliar lembar saham senilai Rp9,42 triliun. Sebanyak 403 saham terpantau naik, 259 saham menurun, dan 397 saham stagnan. Di area Asia, indeks Shanghai, Kuala Lumpur, dan Strait Times kompak menguat, sementara Nikkei melemah tipis 0,01%.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia