IHSG Diproyeksi Menguat, Ditopang Inflasi Terkendali dan Harga Minyak Turun

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Seorang laki-laki mengawasi layar digital pergerakan nilai saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, (12/12/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat di level 6.358-6.454 pada pembukaan perdagangan Selasa (4/8), setelah ditutup melemah tipis pada hari sebelumnya. Pada Senin (3/8), IHSG ditutup turun 1,63 poin alias 0,03 persen ke level 6.234,93.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, tren pergerakan IHSG tetap berada dalam fase akumulasi nan berpotensi melanjutkan ekspansi dengan membentuk momentum bullish.

Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan Relative Strength Index (RSI) tetap menunjukkan sinyal negatif, namun volume transaksi mengalami penguatan.

“Dari sisi fundamental, valuasi saham Indonesia dinilai tetap relatif menarik, dengan P/E di level 9,30x, dibanding beberapa regional markets setelah tekanan nan terjadi pada semester I, sehingga tetap berpotensi menarik minat para pelaku penanammodal secara bertahap,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8).

Menurut Nafan, dari aspek eksternal, sentimen positif datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump nan menyebut negosiasi dengan Iran bakal dimulai pekan ini. Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran terhadap eskalasi bentrok di Timur Tengah.

Ilustrasi Produksi Minyak Mentah Brent. Foto: Scott Heppel/AFP

Selain itu, penurunan nilai minyak mentah WTI dan Brent turut mengurangi akibat inflasi yang dipicu kenaikan biaya energi, sehingga mendorong penanammodal kembali masuk ke aset berisiko, khususnya pasar saham.

Sementara dari sisi domestik, inflasi Indonesia nan tetap terkendali memperkuat kepercayaan terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas moneter. BPS mencatat tingkat inflasi pada tahun almanak per Juli 2026 sebesar 1,65 persen.

Meredanya premi akibat geopolitik juga memberi ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan stabilitas kebijakan moneter dan BI-Rate.

“Market juga tetap menunggu perkembangan mengenai suksesi Gubernur BI serta agenda fiskal pemerintah nan dapat mempengaruhi persepsi investor,” ujarnya.

Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Senada, analis MNC Sekuritas menilai meski IHSG terkoreksi tipis pada perdagangan sebelumnya, indeks tetap bergerak di atas level rata-rata pergerakan 60 hari (MA60).

“IHSG berkesempatan melanjutkan penguatan dengan sasaran 6,352-6,545,” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya seperti nan dikutip kumparan, Selasa (4/8).

Meski demikian, penanammodal dan pelaku pasar tetap kudu mencermati adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.122 - 6.180.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan