Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi terkoreksi pada Senin (27/4). Sebelumnya, IHSG berhujung di area merah, dengan ditutup ambruk 249,11 poin alias 3,38 persen ke 7.129,49 pada penutupan perdagangan Jumat (24/4).
Analis Phintraco Sekuritas menilai penanammodal dunia tetap berambisi bakal adanya perundingan tenteram antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat di Pakistan. Harga minyak mentah pun ditutup sedikit melemah seiring perkembangan terbaru mengenai dinamika geopolitik.
Di sisi lain, sentimen negatif di pasar tetap berlanjut, terutama dipicu oleh pemblokiran Selat Hormuz nan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan daya global. Phintraco pun memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level psikologis di kisaran 7.000.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level psikologis di 7.000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Senin (27/4).
Pada Senin (27/4), penanammodal disebut tetap mencermati akibat perang di Timur Tengah terhadap prospek ekonomi domestik. Beberapa akibat nan menjadi perhatian antara lain pelemahan nilai tukar rupiah, potensi kenaikan inflasi, serta kemungkinan pelebaran defisit APBN pada 2026.
“Moody's umumkan penilaian terbaru terhadap ranking utang RI tetap dipertahankan di level Baa2 alias satu tingkat di atas investment grade, namun dengan outlook direvisi dari stabil menjadi negatif,” tulis Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham seperti ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ, dan SRTG untuk diperhatikan sepanjang Senin (27/4).
Di sisi lain, analis MNC Sekuritas memandang pelemahan pada Jumat (24/4) tetap didominasi oleh tekanan jual, pergerakan IHSG pun sudah menutup area gap. Dalam timeframe weekly, IHSG terkoreksi 6,61 persen dan disertai dengan tingginya tekanan jual.
Sehingga, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] pada label hitam alias alternatifnya berada pada bagian akhir dari wave [b] dari wave B pada label merah.
“Hal tersebut berarti, IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan bakal menguji 7.022 hingga 7.115 sekaligus menutup area gap-nya,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Adapun analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham ADMR, BULL, DAAZ, dan HRTA untuk diperhatikan sepanjang Senin (27/4).
—
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan Keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan rayuan untuk membeli, menahan, alias menjual produk investasi tertentu
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·