IHSG Diprediksi Fluktuatif, Dibayangi Cadangan Devisa hingga Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Sedang Trending 37 menit yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |08:02 WIB

IHSG Diprediksi Fluktuatif, Dibayangi Cadangan Devisa hingga Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak fluktuatif, tetapi berkesempatan melanjutkan penguatan pada pekan 7-11 September 2026. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak fluktuatif, tetapi berkesempatan melanjutkan penguatan pada pekan 7-11 September 2026. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi oleh kombinasi sentimen info ekonomi dunia dan domestik, termasuk rumor sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menjelaskan pasar pada pekan ini bakal diawali dengan rilis info persediaan devisa (foreign exchange reserves) Indonesia pada Senin (7/9/2026). Data tersebut bakal memberikan gambaran mengenai daya tahan rupiah dan likuiditas eksternal.

Selanjutnya, penanammodal bakal mencermati info Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang serta neraca perdagangan China periode Agustus nan diproyeksikan mencatat surplus USD120,1 miliar.

"Perbaikan ini jika terkonfirmasi dapat menjadi sinyal positif bagi permintaan dunia dan sentimen pasar Asia, termasuk Indonesia, lantaran China merupakan mitra jual beli terbesar bagi Indonesia," ujar David dalam risetnya, Senin (7/9/2026).

Di sisi domestik, rumor erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu dinamika krusial nan patut dicermati investor.

Sebaran abu vulkanik dilaporkan berakibat pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat di Banten, Lampung, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

David menegaskan paparan abu vulkanik berisiko memicu jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan perangkat kesehatan, seperti masker, obat untuk gangguan pernapasan, dan obat tetes mata (eye drops), sehingga dapat menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten sektor kesehatan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com