Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka bunyi soal tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dari catatan Refinitiv, IHSG telah turun hingga 33% sejak awal tahun hingga saat ini ke level 5.802,17.
Dengan kondisi indeks nan jatuh ini, Purbaya mengaku tidak ada intervensi unik nan bakal dilakukan pemerintah. Ia hanya menjelaskan bahwa kondisi ekonomi tetap dalam kondisi baik nan bakal menjadi landasan terhadap penilaian nilai saham.
Dia pun menyatakan ekonomi Indonesia cukup bagus, semestinya perihal ini menjadi landasan bagi pergerakan nilai saham.
"Kalau dari saya sih enggak ada (intervensi). nan krusial saya jelaskan bahwa kondisi ekonomi kita bagus dan bakal membaik terus. Itu harusnya menjadi landasan ke penilaian nilai saham," kata Purbaya, Kamis (4/6/2026).
Purbaya pun mencontohkan keahlian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI nan mencatatkan pertumbuhan angsuran dan laba.
"Kalau Anda lihat, kemarin BRI mengumumkan pertumbuhan kreditnya 13% lebih. Pertumbuhan profitabilitanya juga 13% lebih, berapa triliun juga ya. Jadi, memang ada perbaikan di sana," papar Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya menegaskan pelemahan IHSG bukan disebabkan oleh kondisi esensial ekonomi Indonesia nan buruk. Dia beranggapan tekanan terhadap IHSG dipicu banyaknya rumor negatif nan beredar di masyarakat, termasuk berita lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) bakal menurunkan ranking angsuran Indonesia.
"Karena banyak isu-isu negatif, hanya kita sendiri nan jatuh sama China jika nggak salah. Jadi, saya pikir banyak rumor di dalam negeri. nan pasti ketika S&P datang ke sini ada rumor S&P bakal men-downgrade," ujar Purbaya.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·