IHSG Anjlok 1,18%, Asing Lepas Saham Indonesia hingga Rp 1,18 T di Sesi I

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Warga mengawasi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Investor asing mencatatkan tindakan jual bersih (net sell) saham senilai Rp 1,18 triliun sepanjang perdagangan sesi I hari ini di seluruh pasar (all market). Berdasarkan info Stockbit Sekuritas, tindakan jual besar-besaran ini terjadi di tengah tekanan usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) melaporkan hasil review Agustus 2026 nan mendepak 9 saham di small cap index dan 2 saham di dunia standard index.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau ambruk 75,51 poin alias 1,18% ke level 6.298,34. Nilai transaksi mencapai Rp 7,81 triliun, volume perdagangan sebesar 17,51 miliar lembar saham, dan gelombang transaksi sebanyak 1,19 juta kali.

Secara total, transaksi beli asing (foreign buy) tercatat sebesar Rp 1,78 triliun, sementara transaksi jual asing (foreign sell) mencapai Rp 2,96 triliun. Selisih keduanya menghasilkan net foreign sell sebesar Rp 1,18 triliun hingga penutupan sesi I.

Top Net Foreign Sell Sesi I

Saham DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa) memimpin daftar saham nan paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih Rp 147,57 miliar dan volume 150,25 juta saham. Di posisi kedua ada TPIA dengan jual bersih Rp 118,39 miliar (volume 56,68 juta saham), disusul BRPT senilai Rp 82,00 miliar (43,21 juta saham), CUAN Rp 79,16 miliar (93,98 juta saham), dan PTRO Rp 64,41 miliar (12,15 juta saham).

Melengkapi posisi enam hingga sepuluh besar, BRMS dilepas asing senilai Rp 54,89 miliar (87,32 juta saham), BMRI Rp 43,94 miliar (10,69 juta saham), DEWA Rp 41,57 miliar (91,01 juta saham), ISAT Rp 36,49 miliar (14,62 juta saham), dan BUMI Rp 35,74 miliar dengan volume jual terbesar di antara jejeran ini, ialah 195,61 juta saham.

Sementara itu, saham-saham lain nan turut masuk daftar jual asing hari ini antara lain ENRG (-Rp 33,97 miliar), BBRI (-Rp 33,92 miliar), ASII (-Rp 30,48 miliar), TINS (-Rp 28,95 miliar), MBMA (-Rp 22,88 miliar), AMMN (-Rp 21,19 miliar), AADI (-Rp 16,74 miliar), UNTR (-Rp 15,79 miliar), BIPI (-Rp 14,55 miliar), dan BNBR (-Rp 12,50 miliar).

Top Net Foreign Buy Sesi I

Pengunjung memandang layar nan menampilkan pergerakan nilai saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Di sisi lain, tidak semua saham ditinggalkan asing. Saham BBNI justru menjadi buruan beli asing terbesar dengan nilai Rp 11,08 miliar dan volume 3,08 juta saham. Di bawahnya, GGRM diborong asing senilai Rp 8,61 miliar (427,20 ribu saham), EMAS Rp 6,58 miliar (874,10 ribu saham), ERAA Rp 5,41 miliar (11,57 juta saham), dan PSAB Rp 3,01 miliar (5,93 juta saham).

Posisi enam hingga sepuluh diisi oleh BBTN dengan nilai beli Rp 1,74 miliar (1,43 juta saham), KLBF Rp 1,56 miliar (1,95 juta saham), SRTG Rp 1,52 miliar (832,10 ribu saham), EXCL Rp 1,26 miliar (487,50 ribu saham), dan MGLV Rp 1,15 miliar (121,00 ribu saham).

Saham lain nan juga diborong asing di sesi I meliputi AKRA (Rp 1,15 miliar), NSSS (Rp 1,05 miliar), PRDA (Rp 1,01 miliar), BEEF (Rp 956,41 juta), MTEL (Rp 842,15 juta), DMAS (Rp 823,33 juta), ICBP (Rp 707,42 juta), INDO (Rp 593,69 juta), WMUU (Rp 587,20 juta), dan OASA (Rp 498,87 juta).

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan