IEU-CEPA Dipercepat, Pengusaha: Produk Indonesia Semakin Banyak Masuk Eropa

Sedang Trending 21 menit yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Minggu, 23 Agustus 2026 |09:05 WIB

 Produk Indonesia Semakin Banyak Masuk Eropa

Percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). (Foto: Okezone.com/Hipmi)

JAKARTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) merespons percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan tersebut dinilai membuka kesempatan baru bagi perdagangan, investasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi Ade Jona Prasetyo menilai IEU-CEPA tidak boleh dilihat sebatas penurunan tarif. Bagi Indonesia, kesepakatan tersebut kudu menjadi momentum untuk memperluas pedoman ekspor, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendorong lebih banyak perusahaan Indonesia masuk ke pasar global.

“Kami menyambut positif percepatan IEU-CEPA. Setelah akses pasar semakin terbuka, sasaran kita bukan hanya menjual lebih banyak peralatan ke Eropa. Kita mau semakin banyak perusahaan Indonesia nan naik kelas, mempunyai standar global, dan membangun jaringan upaya internasional,” ujar Ade Jona, Minggu (23/8/2026).

Pemerintah menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA selesai pada semester II-2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027. Kesepakatan tersebut diproyeksikan menghapus tarif pada lebih dari 98 persen pos tarif. Nilai perdagangan peralatan Indonesia dan Uni Eropa tercatat sekitar €27,3 miliar pada 2024.

Menurut Ade Jona, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk beragam produk unggulan Indonesia, mulai dari kopi, kakao, karet, tekstil dan produk tekstil, dasar kaki, produk perikanan, furnitur, hingga komponen listrik dan elektronik.

Namun, dia mengingatkan bahwa terbukanya pasar belum otomatis meningkatkan ekspor. Pasar Eropa mempunyai standar tinggi mengenai kualitas, sertifikasi, traceability, keamanan produk, hingga keberlanjutan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com