Menurut laporan PBB, ada beberapa pekerjaan nan biasa dilakukan perempuan, seperti tugas-tugas administratif, lebih rentan tergantikan oleh artificial intelligence (AI). Secara global, 4.6 persen pekerjaan wanita termasuk dalam kategori berisiko tinggi terdampak AI. Jumlah ini nyaris dua kali lipat dari 2.4 persen pekerjaan laki-laki.
Untuk membahas ini lebih lanjut, IdeaFest 2026 tahun ini datang membawa tema “ReHumanize”. Ini merupakan sebuah rayuan untuk kembali menempatkan manusia sebagai pusat dari penemuan dan teknologi.
Memasuki tahun ke-15 penyelenggaraannya, IdeaFest 2026 bakal digelar pada 4–6 September 2026 di Jakarta Convention Center. Festival imajinatif ini bakal kembali mempertemukan kreator, entrepreneur, inovator, hingga pemimpin industri dari beragam bidang, mulai dari film, musik, fashion, teknologi, F&B, olahraga, hingga budaya populer. Tahun ini, obrolan soal AI, kreativitas, dan dampaknya terhadap kehidupan manusia menjadi salah satu konsentrasi utama nan diangkat.
IdeaFest 2026 Akan Hadirkan Diskusi tentang Isu Perempuan
Di tengah perkembangan teknologi nan semakin cepat, IdeaFest juga mau memastikan bahwa representasi wanita tetap menjadi bagian krusial dalam percakapan industri imajinatif dan teknologi. Co-chair IdeaFest, Desy Bachir, mengatakan bahwa pihaknya bakal menghadirkan sesi-sesi nan membahas rumor wanita selama aktivitas berlangsung.
“Di IdeaFest kami sangat menjunjung tinggi representasi. Jadi pastinya bakal ada sesi-sesi nan membahas mengenai isu-isu perempuan,” ujar Desy.
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini justru membuka lebih banyak kesempatan bagi wanita untuk berkembang dan berkarya. Ia juga menyoroti gimana teknologi sekarang semakin mudah diakses dibanding beberapa tahun lalu, sehingga wanita punya kesempatan lebih besar untuk memanfaatkan teknologi demi pengembangan diri, keluarga, maupun organisasi nan mereka pimpin.
Desy menilai wanita saat ini berada di fase nan menarik lantaran akses digital membuka lebih banyak kesempatan untuk belajar, bekerja, membangun bisnis, hingga menghasilkan karya secara mandiri. Menurut Founder dan CEO Haloka Group, Stephanie Regina, teknologi digital sekarang bisa lebih membantu wanita menjalankan banyak peran sekaligus dengan lebih fleksibel.
Melalui tema “ReHumanize”, IdeaFest 2026 juga mau menekankan bahwa di tengah perkembangan AI nan semakin cepat, kreativitas, empati, perspektif, dan hubungan manusia tetap menjadi perihal nan paling penting.
36 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·