Para peziarah Muslim menggunakan payung untuk melindungi diri dari terik mentari setelah salat Zuhur di luar Masjid Nimrah di Dataran Arafat selama ibadah haji tahunan, di luar kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026). (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Arab Saudi menghadapi gelombang panas ekstrem menjelang seremoni Iduladha dan puncak musim haji tahun ini. Otoritas cuaca setempat memperingatkan suhu di sejumlah wilayah dapat menembus 50 derajat Celsius, memicu kekhawatiran terhadap keselamatan jutaan penduduk dan jemaah nan bakal menjalankan ibadah di tengah cuaca nan menyengat. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi alias National Center for Meteorology (NCM) pada Selasa memperingatkan bahwa suhu di Provinsi Timur Kerajaan berpotensi mencapai 50°C seiring berlanjutnya gelombang panas nan melanda area tersebut. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Juru bicara NCM, Hussein Al Qahtani, mengatakan kondisi cuaca panas diperkirakan memperkuat hingga Jumat. Menurut dia, suhu di sejumlah wilayah administratif di Provinsi Timur diprediksi berkisar antara 47°C hingga 50°C. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Pemerintah Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir terus mengingatkan penduduk dan para jemaah agar menghindari paparan sinar mentari langsung dalam waktu lama serta mewaspadai akibat heatstroke dan dehidrasi akibat suhu nan sangat tinggi. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Al Qahtani juga meminta masyarakat mengikuti pedoman resmi nan telah diterbitkan otoritas mengenai dan terus memantau pembaruan cuaca selama periode libur Iduladha. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·