Petugas memadamkan api nan membakar lahan di Kabupaten Majalengka.(Doc BPBD Majalengka)
BPBD Kabupaten Kuningan tingkatkan patroli di area rimba dan lahan nan rentan mengalami kebakaran di musim kemarau ini.
“Salah satu kejadian kebakaran terjadi beberapa waktu lampau di area Taman Nasional Gunung Ciremai alias TNGC,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, Selasa (28/7).
Kebakaran lahan dan rimba (karhutla) nan terjadi di area TNGC nan masuk SPTN Wilayah I Kuningan, tepatnya di Blok Cirendang. Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (21/7) sekitar pukul 11.50 WIB.
Api dapat dipadamkan hari itu juga sedangkan luas areal rimba nan terbakar mencapai sekitar 14,9 hektare. Dugaan sementara penyebab kebakaran itu akibat kelalaian manusia.
Selanjutnya untuk mencegah terulangnya lagi kebakaran di area rimba dan lahan, BPBD Kabupaten Kuningan berbareng Balai TNGC dan lembaga mengenai menyepakati sejumlah langkah penanganan melalui rapat koordinasi nan sebelumnya telah digelar.
Mereka menyepakati untuk meningkatkan patroli di area rawan kebakaran, pemeliharaan sekat bakar, serta pemantauan embung sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman.
Selain mewaspadai terjadinya kebakaran rimba dan lahan, BPBD juga menyiapkan langkah jika terdapat laporan krisis air bersih.
“Hingga sekarang kami belum menerima laporan permintaan pengedaran air bersih dalam skala luas akibat kekeringan. Namun kami telah bersiap,” tutur Indra.
BPBD Kabupaten Kuningan, lanjut Indra, menyiagakan dua unit armada tangki air. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Perumda Air Minum, BAZNAS, serta sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pengedaran air bersih andaikan diperlukan.
Selanjutnya sebagai bagian dari upaya mitigasi, BPBD Kabupaten Kuningan berbareng BPBD Provinsi Jawa Barat bakal menggelar aktivitas edukasi dan simulasi kebencanaan di Bukit Lambosir pada 30–31 Juli 2026.
Kegiatan tersebut bakal diikuti personel TNGC, relawan, dan organisasi lingkungan dengan agenda obrolan kebencanaan, peninjauan sekat bakar dan embung, serta sosialisasi pencegahan kebakaran rimba kepada masyarakat sekitar kawasan. (UL)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·