Danau Nyadeng, Destinasi Wisata Alam dengan Air Hijau Jernih di Kampung Merabu

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Panorama Danau Nyadeng di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, nan dikenal dengan airnya nan bening berwarna hijau kebiruan dan dikelilingi rimba tropis. Foto: Feyruz Hana Wijaya.

Suara mesin perahu ketinting perlahan memecah keheningan Sungai Lesan. Di kiri dan kanan, pepohonan rimba tropis berdiri rapat membentuk lorong hijau nan mengiringi perjalanan. Sekitar 20 menit menyusuri sungai dari Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, visitor kemudian melanjutkan perjalanan dengan melangkah kaki sekitar 30 menit melewati jalur setapak di tengah hutan. Perjalanan itu bakal bermuara di Danau Nyadeng, lokasi wisata alam nan dikenal dengan airnya nan hijau jernih.

Perjalanan menuju Danau Nyadeng bukan sekadar akses menuju tempat wisata, melainkan bagian dari pengalaman nan ditawarkan. Udara nan sejuk, bunyi burung nan bersahutan, serta rindangnya pepohonan menghadirkan suasana nan susah ditemukan di area perkotaan. Jalur trekking nan membelah rimba membikin setiap langkah terasa seperti menjelajahi alam Kalimantan nan tetap asri.

Perjalanan Menuju Danau Nyadeng

Setelah melewati jalur hutan, hamparan air hijau kebiruan langsung menyambut pandangan. Kejernihan air Danau Nyadeng membikin dasar waduk terlihat jelas di beberapa titik. Pantulan pepohonan di permukaan air menciptakan nuansa warna hijau nan menjadi karakter unik waduk ini.

Dari tepian danau, visitor dapat memandang ikan-ikan berenang bebas di dalam air nan bening. Kondisi tersebut menjadi salah satu penanda bahwa ekosistem Danau Nyadeng tetap terjaga dengan baik. Keindahan alam nan berpadu dengan suasana tenang membikin banyak visitor memilih berlama-lama menikmati pemandangan.

Berenang di Air Hijau Jernih Danau Nyadeng

Selain menikmati panorama, berenang menjadi aktivitas nan paling sering dilakukan wisatawan. Air Danau Nyadeng nan segar dan bening memberikan sensasi berbeda dibandingkan berenang di kolam renang maupun di pantai. Sebagian visitor memilih berenang, sementara nan lain duduk di tepian waduk untuk menikmati semilir angin alias mengabadikan keelokan alam melalui kamera.

Suasana nan tenang menjadi daya tarik tersendiri. Gemericik air, embusan angin, dan bunyi satwa liar dari kejauhan menciptakan pengalaman nan menenangkan. Tak sedikit visitor nan datang untuk melepas penat sembari menikmati keasrian rimba nan mengelilingi danau.

Meski demikian, setiap visitor tetap diimbau untuk menjaga kebersihan area dan mematuhi patokan nan berlaku. Kelestarian Danau Nyadeng berjuntai pada kepedulian semua pihak agar keindahannya tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Ekowisata Danau Nyadeng nan Dijaga Masyarakat

Keindahan Danau Nyadeng tidak lepas dari peran masyarakat Kampung Merabu dalam menjaga area rimba di sekitarnya. Danau ini dikelola dengan konsep ekowisata nan mengutamakan pelestarian lingkungan sekaligus memberikan faedah bagi masyarakat setempat.

Salah satu sosok nan dikenal visitor adalah Pak Lukman, pengelola dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Merabu. Bersama warga, dia turut menjaga kebersihan kawasan, mendampingi wisatawan, serta membujuk setiap visitor untuk ikut menjaga kelestarian alam selama berada di Danau Nyadeng.

Bagi masyarakat Kampung Merabu, rimba di sekitar waduk bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga penyangga kehidupan. Kawasan tersebut menjaga kejernihan air, menjadi kediaman beragam tanaman dan fauna, serta berkedudukan krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh lantaran itu, pengembangan wisata dilakukan secara bijak agar tetap selaras dengan upaya konservasi.

Dengan keelokan alam nan tetap terjaga, Danau Nyadeng menawarkan pengalaman wisata nan lebih dari sekadar menikmati panorama. Perjalanan menyusuri sungai, trekking di tengah hutan, hingga berenang di air hijau nan bening menjadi rangkaian pengalaman nan susah dilupakan. Danau Nyadeng membuktikan bahwa alam nan dijaga dengan baik bakal terus menghadirkan manfaat, baik bagi masyarakat maupun visitor nan datang berkunjung.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan