Jakarta, CNBC Indonesia - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berbareng mitra Sumitomo Mitsui Construction Co. (SMCC) mencatatkan pencapaian 10 juta jam kerja selamat (10 Million Safe Man-Hours) tanpa kecelakaan kerja nan mengakibatkan kehilangan waktu kerja (Lost Time Injury) pada Proyek Construction of Jakarta Mass Rapid Transit Project Phase 2 (1) Underground Section Contract Package CP203. Pencapaian ini dirayakan berbarengan dengan aktivitas topping off Gedung DJKN sebagai penanda selesainya pekerjaan struktur utama nan digelar pada Rabu (10/6) di TPO Stasiun Kota, Jakarta.
Capaian 10 juta jam kerja selamat menjadi tonggak krusial dalam penyelenggaraan proyek di area padat dan kompleks ini. Angka tersebut merepresentasikan akumulasi jam kerja seluruh personel proyek tanpa kejadian nan mengakibatkan hari kerja hilang, sekaligus menjadi bukti konsistensi penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.
Pada momen nan sama, prosesi topping off Gedung DJKN ditandai dengan pengecoran simbolis beton terakhir di area rooftop serta peluncuran banner pada tower crane di Entrance-3. Penyelesaian struktur gedung ini menjadi langkah krusial menuju tahap pekerjaan berikutnya pada Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP203 nan juga disiapkan untuk mendukung seremoni HUT ke-500 Kota Jakarta pada Juni 2027.
Acara dihadiri oleh Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi; Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, beserta Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina; Direktur Operasional SMCC Utama Indonesia, Suwandhi Durahman; Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Titin; serta Kepala Korporasi Institusi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Barat, Carlos. Rangkaian seremoni mencakup penyerahan suvenir secara simbolis kepada pekerja, pengecoran simbolis, pemotongan tumpeng, serta management walkthrough untuk meninjau langsung letak mockup dan progres pekerjaan di Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.
Budaya Zero Accident nan melahirkan pencapaian ini dijalankan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di proyek, mulai dari para pekerja, pengawas, hingga jejeran manajemen, baik dari SMCC maupun Hutama Karya. Pola pelibatan menyeluruh inilah nan menjaga konsistensi penerapan standar keselamatan di lapangan, sekaligus memperkuat komitmen nan kudu terus dirawat pada tahap-tahap pekerjaan berikutnya.
"Pencapaian 10 juta jam kerja selamat ini merupakan hasil dari komitmen seluruh insan proyek dalam menerapkan budaya keselamatan kerja secara konsisten. Keselamatan bukan hanya target, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja nan kudu terus dijaga dalam setiap tahapan proyek. Kami berambisi capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus mempertahankan standar keselamatan nan tinggi sekaligus menjaga kualitas dan progres pekerjaan," ujar Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP203 merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) nan dikerjakan dengan skema kerja sama antara Hutama Karya dan SMCC. Proyek ini menjadi salah satu tulang punggung pengembangan transportasi massal Ibu Kota dan diharapkan dapat memperkuat konektivitas serta mendukung mobilitas masyarakat Jakarta secara berkelanjutan.
"Cara kerja nan menempatkan keselamatan sebagai aspek utama, berbarengan dengan pencapaian progres sesuai perencanaan, ketertiban pelaksanaan, dan kualitas hasil, menjadi karakter unik Hutama Karya dalam menjalankan setiap proyek. Pendekatan ini diterapkan untuk memastikan setiap produk nan dihasilkan memberikan faedah nyata bagi masyarakat," kata Gunadi.
"Melalui seremoni di Proyek MRT CP203 ini, Hutama Karya berambisi budaya keselamatan nan sudah terbangun dapat menjadi referensi bagi proyek-proyek lainnya, sehingga penerapan program Zero Accident terus dijaga secara disiplin, konsisten, dan berkepanjangan di seluruh lini pekerjaan perusahaan," pungkas dia.
(dpu/dpu)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·