Huntap untuk Korban Bencana Sumatera Terus Dikebut, 1.110 Proses Dibangun

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Pembangunan kediaman tetap (huntap) menjadi salah satu prioritas utama pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 2026.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan percepatan pembangunan huntap krusial untuk memberi kepastian bagi masyarakat terdampak, khususnya korban rumah lenyap dan rusak berat, agar segera bisa menata kehidupan kembali.

Ia menegaskan pembangunan huntap menjadi konsentrasi krusial dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk) nan tengah disiapkan pemerintah.

"Di 2026 pasti hal-hal prioritas misalnya adalah pembangunan huntap agar (penyintas) jangan terlalu lama di huntara. Kalau semakin lama di huntara, huntap belum terbangun, kelak bakal menjadi masalah kepastian bagi masyarakat nan rumahnya lenyap dan rusak berat," ujar Tito dalam siaran pers, Minggu (24/5/2026).

Hal itu dikatakan Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas kementerian/lembaga dan pemerintah wilayah terdampak di Jakarta, Kamis (21/5).

Menurut Tito, masyarakat terdampak memerlukan kepastian untuk dapat kembali hidup di kediaman tetap mereka sendiri. Meski huntara membantu memenuhi kebutuhan mendesak pada fase awal penanganan bencana, pemerintah mau memastikan masa tinggal penyintas di kediaman sementara tidak berjalan terlalu panjang.

Data Satgas PRR per 24 Mei 2026 menunjukkan pembangunan huntap di tiga provinsi terdampak terus bergerak. Dari total rencana 39.335 unit huntap, sebanyak 1.110 unit saat ini berada dalam tahap pembangunan dan 364 unit telah selesai dibangun. Jumlah huntap selesai tersebut meningkat dibandingkan info 11 Mei 2026 nan mencatat 357 unit telah terbangun.

Aceh menjadi provinsi dengan kebutuhan pembangunan huntap terbesar, ialah mencapai 28.910 unit. Dari jumlah tersebut, 758 unit saat ini dalam proses pembangunan dan 115 unit telah selesai dibangun.

Di Sumatera Utara, kebutuhan huntap tercatat sebanyak 7.601 unit. Saat ini, 297 unit berada dalam tahap pembangunan dan 227 unit telah selesai dibangun. Sementara di Sumatera Barat, tercatat kebutuhan pembangunan 2.824 unit huntap. Hingga 24 Mei 2026, sebanyak 55 unit berada dalam tahap pembangunan dan 22 unit telah selesai dibangun.

Pembangunan huntap melibatkan sejumlah pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Koordinator Politik dan keamanan (Kemenko Polkam), Polri, serta sejumlah lembaga kemasyarakatan.

Sebelumnya, ahli bicara Satgas PRR Amran mengatakan, pembangunan huntap memerlukan waktu nan lebih lama dibandingkan pembangunan kediaman sementara (huntara) lantaran pemerintah mau memastikan gedung mempunyai kualitas nan secara berkelanjutan.

"Huntap ini memang punya tahapan nan agak panjang untuk menjamin kualitas tempat tinggal lantaran sebagai kediaman tetap, tidak bisa langsung kita paksakan untuk tuntas dalam waktu dekat seperti halnya huntara," ujar Amran di Jakarta, Rabu (6/5). (prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News