Hujan Deras Picu Longsor di Aceh Tengah: 1 Warga Meninggal, 13 Luka-luka

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Foto udara pengendara motor melintas di titik longsor susulan nan telah dibersihkan di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh, Kamis (19/2/2026). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

Hujan deras nan mengguyur Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, pada Minggu (13/9) sejak sore memicu tanah longsor di sejumlah wilayah. Material longsor dan lumpur menutup sejumlah ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten serta merusak rumah warga.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 18.15 WIB dan berakibat pada tujuh kampung nan tersebar di empat kecamatan, ialah Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara.

Berdasarkan pendataan sementara, satu penduduk meninggal bumi dan 13 lainnya mengalami luka-luka. Petugas tetap melakukan pendataan dan penanganan di wilayah terdampak.

"Dua rumah dilaporkan rusak berat dan dua lainnya rusak sedang. Sejumlah ruas jalan juga tertutup material longsor sehingga mengganggu akses masyarakat," kata Berton dalam keterangannya, Senin (14/9).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam agenda konvensi pers Update Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia di Gedung BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

BPBD Kabupaten Aceh Tengah berkoordinasi dengan unsur mengenai dan melakukan asesmen di letak terdampak. Petugas mengerahkan dua perangkat berat, ialah satu wheel loader dan satu excavator, untuk membersihkan material longsor nan menutup badan jalan.

Berton mengatakan, proses pembersihan tetap berjalan untuk membuka kembali akses jalan dan mendukung aktivitas masyarakat.

"BNPB berbareng BPBD dan unsur mengenai terus memantau perkembangan situasi serta mendukung penanganan di wilayah terdampak," ucap dia.

BNPB mengimbau masyarakat di Aceh Tengah dan sekitarnya tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan berintensitas tinggi alias berjalan lama.

Masyarakat nan berada di sekitar lereng dan tebing diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera menuju tempat nan lebih kondusif andaikan memandang tanda-tanda pergerakan tanah.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan