Jakarta, CNN Indonesia --
Curah hujan tinggi memicu banjir di sejumlah titik di Kota Denpasar dan longsor di Tabanan, Bali, Rabu (22/4).
Mengutip dari detikBali, hujan deras nan mengguyur Kota Denpasar menyebabkan genangan dan banjir di beberapa titik. Salah satunya di Jalan Gunung Rinjani, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat. Banjir terjadi tak lama setelah hujan deras turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah bukan banjir biasanya, malah sudah langganan di sini. Tadi sekitar jam 3 lebih lah," jelas salah seorang warga, Hendra (23).
"Kalau hujannya lebat, sigap banjirnya. Kalau ringan normal aja. Tadi sekitar 30 centi ada tingginya," imbuh laki-laki asal Tasikmalaya, nan berdagang di Jalan Gunung Rinjani itu.
Selama tiga tahun, Hendra mengaku sudah memahami siklus banjir di wilayah ini. Bahkan, sewaktu gorong-gorong belum diperbaiki, banjir tidak kunjung surut.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Pondok Indah IV, Pemecatan Kaja, Denpasar Utara.
Salah seorang warga, Ramadhan (32), mengatakan wilayah rumahnya sudah menjadi langganan banjir ketika hujan deras.
"Sudah biasa, cuman itu aja pas hujan lebat banjir tapi surutnya juga cepat. Pas hujan berakhir nggak lama surut airnya," jelasnya.
Banjir sore ketinggiannya sekitar 30 sentimeter. Ramadhan menceritakan banjir lebih besar pernah terjadi hingga mirip kolam di wilayah sekitar rumahn.
Longsor di Tabanan
Sementara itu longsor terjadi di sisi barat tebing jalan penghubung Desa Peken Belayu dengan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.
Longsor dipicu hujan deras nan mengguyur wilayah Tabanan, termasuk Kecamatan Marga.
Camat Marga I Gede Nengah Sugiarta mengatakan longsor susulan terjadi di bagian barat tebing. Material longsoran nan jatuh ke Sungai Yeh Ge di bawahnya cukup besar, apalagi terdapat pohon utuh nan ikut terbawa.
Akibatnya, gelombang air cukup besar muncul hingga memasuki areal wantilan pura di sebelah sungai.
"Longsor terjadi jam 3 sore tadi ketika hujan deras. Air mengikis tanah di longsoran pertama sehingga longsor susulan kembali terjadi di sebelahnya," ujar Sugiarta, Rabu.
Ia menjelaskan jalur tersebut merupakan kewenangan provinsi. Pihak kecamatan berbareng tokoh masyarakat sekaligus Anggota DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi telah melaporkan kejadian ini ke Dinas PU Bali.
"Kami berambisi segera diatensi agar tidak menimbulkan kejadian nan lebih besar," tegasnya.
Sementara itu, kendaraan dengan tonase besar untuk sementara dilarang melintas di jalur tersebut. Dikhawatirkan beban kendaraan dapat memperparah kondisi tebing.
Perbekel Desa Peken Belayu Ida Bagus Nyoman Parwata menambahkan penduduk di sekitar letak telah diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar area longsor. Hal ini untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.
Pihaknya mengaku cemas bakal terjadi longsor susulan ketiga nan dapat membahayakan keselamatan warga.
Selain itu, pemilik gedung upaya pembuatan pelinggih nan berada di dekat letak longsor telah mengosongkan tempatnya.
"Termasuk gedung di sebelahnya juga sudah kami imbau agar waspada bakal longsor susulan," kata dia.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·