Hobi kulineran tapi takut darah tinggi? Ini deretan makanan yang harus dihindari

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Hobi kulineran tapi takut darah tinggi? Ini deretan makanan nan kudu dihindari

Foto: Shutterstock.com

- Keinginan menyantap hidangan lezat ber cita rasa asin sering kali terhalang oleh kekhawatiran bakal akibat tekanan darah tinggi. Hobi berburu kuliner memang menyenangkan, tetapi rasa takut tensi melonjak mendadak merupakan kekhawatiran nan sangat nyata.

Sebenarnya, sajian asin tetap bisa dinikmati asal sesuai dengan takaran harian nan kondusif bagi tubuh orang dewasa. Kuncinya terletak pada keahlian mengontrol porsi dan memahami secara perincian mana saja sajian nan masuk ke dalam tubuh.

Kementerian Kesehatan RI dan WHO menetapkan pemisah kondusif konsumsi garam harian sebesar 2.000 mg natrium, alias setara dengan satu sendok teh garam dapur per hari. Angka tersebut sudah mencakup seluruh asupan natrium harian dari makanan kemasan, camilan, hingga saus olahan.

Mengapa Penderita Darah Tinggi Perlu Memperhatikan Makanan?

Makanan nan dikonsumsi sehari-hari punya kaitan nan sangat erat dengan kondisi pembuluh darah serta kerja organ jantung. Asupan nutrisi dari setiap hidangan secara langsung mempengaruhi tingkat kelenturan pembuluh darah hingga volume cairan di dalam tubuh. Ketika pola makan nan dijalankan buruk, akibat penyempitan pembuluh darah bakal meningkat pesat, sehingga jantung terpaksa bekerja jauh lebih keras dari biasanya.

Di sinilah peran natrium menjadi sangat krusial untuk dipahami. Sifat dasar natrium di dalam tubuh adalah menyerap dan menahan air dalam aliran darah. Semakin tinggi jumlah natrium nan masuk, makin banyak pula cairan nan terperangkap di pembuluh darah, hingga akhirnya membikin tekanan darah melonjak tajam. Namun, sekadar membatasi natrium saja belum cukup. Penjagaan pola makan secara seimbang dengan mengasup serat, kalium, dan magnesium juga sangat diperlukan agar kesehatan pembuluh darah tetap terjaga secara menyeluruh.

Darah Tinggi Tidak Boleh Makan Apa?

Demi menjaga nomor tekanan darah tetap berada di pemisah aman, ada deretan jenis makanan nan perlu dibatasi secara ketat dalam keseharian. Garam dapur tentu berada di barisan paling depan lantaran merupakan sumber utama natrium nan bisa langsung meningkatkan tensi jika dikonsumsi berlebihan. Selain garam dapur, sajian praktis seperti makanan instan dan olahan, mulai dari mi instan, sup kemasan, hingga ramuan siap pakai, juga menyimpan kadar natrium tinggi serta bahan pengawet.

Hobi kulineran tapi takut darah tinggi? Ini deretan makanan nan kudu dihindari

Foto: Shutterstock.com

Daging olahan semacam sosis dan kornet pun tidak kalah rawan jika dikonsumsi sering-sering. Proses pembuatannya memakai banyak garam dan natrium nitrit untuk memperpanjang daya simpan produk. Bagi fans makanan sigap saji, sajian seperti burger, kentang goreng, serta ayam goreng tepung instan mengandung perpaduan natrium dan lemak nan sangat tinggi.

Tidak berakhir di situ, sajian nan tinggi lemak jenuh dan lemak trans seperti gorengan, mentega, dan jeroan dapat memicu penumpukan plak di tembok pembuluh darah, nan pada akhirnya memperberat kerja jantung secara mendalam. Makanan dan minuman tinggi gula juga patut diwaspadai lantaran memicu obesitas serta resistensi insulin, dua aspek utama nan turut memicu kenaikan tekanan darah. Jika membikin olahan sambal seperti resep sambal matah, bisa coba pakai MSG sebagai pengganti garam. Terakhir, camilan ringan nan terasa gurih seperti keripik alias biskuit sering kali menyembunyikan kadar natrium dalam jumlah nan sangat tinggi.

Apakah Penderita Darah Tinggi Boleh Mengonsumsi MSG?

Penderita hipertensi sebenarnya tetap boleh mengonsumsi penyedap rasa seperti MSG alias monosodium glutamate, dengan syarat porsinya tetap terkontrol. Alasan utamanya terletak pada perbedaan kandungan natrium di dalamnya. Kandungan natrium pada MSG hanya berkisar sekitar 12%, nomor nan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan garam dapur nan mencapai sekitar 40%.

Hobi kulineran tapi takut darah tinggi? Ini deretan makanan nan kudu dihindari

Foto: Shutterstock.com

Menggunakan sedikit MSG dalam masakan dapat memperkuat rasa gurih umami nan lezat. Dengan trik ini, takaran garam dapur bisa dipangkas secara signifikan tanpa perlu takut masakan terasa tawar alias kehilangan kelezatannya. Kuliner harian seperti sambal goreng hati, pecel lele, alias tongseng sapi bisa tetap terasa di lidah tanpa terasa tawar berkah micin.

Nah, salah satu MSG terbaik adalah Sasa MSG nan terbuat dari bahan tetes tebu alami. Micin ini dibuat melalui proses fermentasi nan menghasilkan protein glutamat secara alami dan diproses secara higenis untuk menghasilkan produk MSG berkualitas. Meski begitu, total asupan harian tetap menjadi perihal nan tidak boleh terabaikan. Penggunaan MSG kudu tetap dihitung ke dalam pemisah maksimal asupan natrium harian, ialah sebesar 2.000 mg natrium alias setara satu sendok teh garam per hari untuk orang dewasa.

(brl/lak)

Selengkapnya
Sumber Briliofood.net
Briliofood.net