Jakarta -
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) membujuk generasi muda untuk mulai memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Menurutnya, sejarah Indonesia menunjukkan bahwa banyak tokoh nan kemudian menjadi pendiri bangsa telah berjuang, membangun gagasan, dan mengambil peran krusial ketika usia mereka tetap muda.
Semangat para pendiri bangsa tersebut kudu menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini. Apalagi Generasi Z dan generasi muda lainnya bakal menjadi generasi nan menentukan wajah Indonesia ketika memasuki momentum Indonesia Emas 2045.
"Di usia kalian sekarang, dulu para pendiri bangsa sudah memberikan kontribusi nan sangat berarti bagi persiapan Indonesia merdeka. Karena itu, generasi muda sekarang juga kudu mulai mempersiapkan diri dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara," ujar HNW dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikan HNW dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI nan bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Wilayah Gema Keadilan Sumatra Barat di Kota Padang, Minggu (13/9). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota Fraksi PKS MPR RI sekaligus Presiden Gema Keadilan, Rahmat Saleh.
HNW membujuk generasi muda Sumatra Barat untuk memandang kembali sejarah perjuangan bangsa, khususnya kiprah tokoh-tokoh asal Ranah Minang. Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Mohammad Yamin, hingga Mohammad Natsir merupakan contoh tokoh nan telah terlibat dalam aktivitas kebangsaan ketika usia mereka tetap muda.
Menurut HNW, Mohammad Hatta merupakan salah satu contoh gimana anak muda dapat memainkan peran krusial dalam perjuangan bangsa. Pada 1926, ketika baru berumur 24 tahun, Hatta dipercaya memimpin Perhimpunan Indonesia dan aktif memperjuangkan pendapat kemerdekaan Indonesia.
"Bung Hatta lahir pada 1902. Artinya, pada 1926 beliau baru berumur 24 tahun. Tetapi pada usia itu Bung Hatta sudah memimpin Perhimpunan Indonesia, semakin aktif menyuarakan Indonesia merdeka dan membangun perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia," ungkap HNW.
HNW juga mencontohkan Haji Oemar Said Tjokroaminoto nan telah aktif dalam pergerakan kebangsaan sejak usia muda. Tjokroaminoto bukan hanya menjadi tokoh krusial pergerakan, tetapi juga menjadi pembimbing bagi sejumlah tokoh muda nan kelak menjadi tokoh utama dalam perjuangan dan pembentukan Indonesia.
"Artinya, menjadi muda bukan argumen untuk tidak melakukan sesuatu bagi bangsa. Justru pada usia muda itulah seseorang dapat mulai membangun gagasan, meningkatkan kapasitas, berorganisasi, dan memberikan kontribusi," tegas HNW.
Semangat nan sama juga ditunjukkan tokoh wanita asal Sumatra Barat, Rahmah El Yunusiyyah. Ketika usianya belum genap 23 tahun dia telah mendirikan Perguruan Diniyyah Putri Padang Panjang.
"Inilah pentingnya kita mempelajari sejarah, bukan untuk bernostalgia, tetapi untuk mengukur dan menjadikannya sebagai spirit penyemangat. Sejarah adalah cermin dan pelajaran nan sangat berfaedah bagi perjalanan hidup kita sekarang dan ke depan," ujar HNW.
Menurut HNW, semangat para pendiri bangsa tersebut mempunyai relevansi kuat dengan tantangan generasi muda saat ini. Generasi muda sekarang kudu menggunakan pengetahuan pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan keahlian nan dimilikinya untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi masa depan.
Dalam konteks tersebut, HNW menilai pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI menjadi bagian krusial dari bekal generasi muda. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai corak negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara kudu dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Dalam konteks kami di MPR, Sosialisasi Empat Pilar itu sangat krusial lantaran merupakan bagian dari ketentuan peraturan perundang-undangan nan kudu dijalankan untuk kemaslahatan bangsa, termasuk generasi mudanya," kata HNW.
HNW menegaskan, Indonesia Emas 2045 tidak bakal terwujud hanya dengan pembangunan bentuk dan kemajuan teknologi. Indonesia memerlukan generasi nan mempunyai kompetensi sekaligus karakter, integritas, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Karena itu, dia membujuk generasi muda untuk menjadikan masa muda sebagai momentum membangun kualitas diri. Menurutnya, generasi saat ini juga kudu mempersiapkan diri untuk mengisi dan menentukan arah Indonesia pada 2045.
"Diusia-usia kalian inilah dulu para pahlawan bangsa dari Ranah Minang dan beragam wilayah lain memberikan kontribusi nan sangat berarti bagi persiapan Indonesia merdeka. Mereka belajar di luar negeri, di dalam negeri, apalagi belajar secara otodidak, kemudian memberikan keahlian terbaiknya bagi kemerdekaan Indonesia," tutur HNW.
HNW menilai bahwa generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong Indonesia Emas dalam dua puluh tahun mendatang. Hal ini dikarenakan keberhasilan pada era tersebut hanya dapat diraih oleh generasi berbobot nan handal dan tidak mudah cemas.
"Kalau sejarah adalah pengulangan, maka demikian jugalah mestinya generasi muda sekarang menghadapi Indonesia Emas, dua puluh tahun nan bakal datang, dengan menyiapkan diri sebaik-baiknya agar menjadi generasi nan 'emas'. Karena mereka nan bakal sukses di era Indonesia Emas adalah generasi berbobot emas, bukan nan tidak berbobot lantaran pemalas, apalagi pencemas," pungkas HNW.
(akn/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·