HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Hentikan Perang Timur Tengah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mendorong penguatan diplomasi untuk menghentikan perang. Hal itu bermaksud untuk menciptakan perdamaian menjelang penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M.

Hal tersebut diungkapkan olehnya saat legal bil legal berbareng Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia H.E. Faisal Abdullah Amody di Jakarta, Rabu (15/6/2026). Turut datang Ketua MPR, Pimpinan Fraksi PKB & PKS di DPR.

Pertemuan tersebut berjalan di tengah meningkatnya eskalasi bentrok di Kawasan Timur Tengah nan berpotensi berakibat pada ekonomi dunia maupun penyelenggaraan Ibadah Haji, baik dari sisi keamanan maupun pembiayaan, khususnya sektor penerbangan akibat kenaikan nilai avtur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di depan para hadirin, HNW mengatakan bahwa Ibadah Haji harusnya bisa menjadi momentum hentikan perang, hadirkan perdamaian bagi umat Islam dan masyarakat dunia. Menurutnya, jika bisa terwujud perdamaian itu bisa berkarakter permanen dengan menghentikan perang secara keseluruhannya.

"Saya kembali menyampaikan pendapat yg pernah saya sampaikan saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Haji dan Umrah serta angan dan support kepada Duta Besar Saudi Arabia agar penyelenggaraan Ibadah Haji dapat menjadi momentum menghentikan perang dengan segala akibat negatifnya, serta menghadirkan perdamaian, selain di area Haramain (Mekah dan Madinah/Arab Saudi)," kata HNW dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).

"Tetapi juga di seluruh jalur perjalanan jamaah dari negara masing-masing seperti dari Iran, Amerika Serikat dan lain-lain negara nan juga terlibat dalam perang, menuju Arab Saudi. Agar seluruh proses menuju dan melaksanakan Ibadah Haji berjalan aman, kondusif nan bakal memungkinkan jamaah beragama dengan tenang dan khusyuk. Doa-doa mereka untuk perdamaian, keadilan dan kesejahteraan masyarakat dunia dapat diwujudkan," ujar Hidayat.

Maka dalam pertemuan tersebut, HNW menyerukan agar seluruh pihak nan terlibat dalam perang khususnya Amerika Serikat, Israel, dan Iran untuk menghentikan perang dengan segala eskalasi negatifnya nan berakibat luas terhadap stabilitas global. Hal itu termasuk termasuk terhadap penyelenggaraan Ibadah Haji nan melibatkan umat Islam dari seluruh bumi termasuk dari AS dan Iran sendiri.

Menurutnya, akibat perang nan destruktif mengecam beragam serangan militer nan menyasar akomodasi sipil dan non-militer, baik nan terjadi di Iran maupun di wilayah Arab Saudi lantaran bertentangan dengan prinsip norma internasional.

"Sudah lama saya menolak serangan militer ke sasaran non-militer, akomodasi umum seperti sekolah alias rumah sakit di Iran, maupun serangan terhadap akomodasi vital di Saudi Arabia seperti Aramco. Karena itu jelas melanggar norma internasional dan membahayakan stabilitas area nan bisa berakibat pada krisis ekonomi global," ungkapnya.

HNW juga menyambut positif beragam inisiatif penghentian perang AS & Israel vs Iran untuk hadirkan perdamaian di area seperti upaya nan dilakukan Pakistan. Tapi HNW mengusulkan agar benar-bener bisa hentikan perang dan hadirkan perdamaian, maka prakarsa tersebut perlu diperluas agar komprehensif dan memenuhi setara aspek keadilan.

"Prakarsa penghentian perang Pakistan itu, agar dapat dengan keadilan hadirkan perdamaian, maka spektrumnya perlu diperluas agar mencakup seluruh kawasan, tidak hanya mencakup AS-Iran dengan memasukkan Libanon, tetapi juga penghentian perang dan hadirnya perdamaian bagi Palestina dan negara-negara Teluk," ungkapnya.

"Sehingga dapat menghadirkan keadilan dan mewujudkan perdamaian secara menyeluruh. Apalagi sudah ada komunikasi intensif antara Menlu Iran dan Menlu Saudi Arabia, serta sudah ditandatanganinya akta kerja sama strategis antara Pakistan dengan Saudi Arabia dan lain-lain," sambungnya.

Dia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah jamaah Haji terbesar sebanyak 221 ribu jamaah mempunyai kepentingan besar terhadap stabilitas kawasan, dengan berhentinya segala corak perang dan serangan militer. Hal itu bermaksud agar diplomasi penyelenggaraan Haji untuk perdamaian juga mestinya menjadi bagian krusial dari upaya Indonesia dan Saudi Arabia untuk menyukseskan penyelenggaraan Haji tahun 2026 ini.

Selain itu, HNW berbareng para ustadz dan tokoh nan datang juga menyampaikan apresiasi atas penegasan Dubes Saudi mengenai agunan keamanan dan terselenggaranya Ibadah Haji tahun 2026 ini. Mereka juga menyambut baik keahlian positif Kerajaan Arab Saudi dalam melayani dan menjaga Haramain asy-Syarifain (Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madina) nan sangat mengenai dengan prosesi Ibadah Haji nan secara tradisi bakal diikuti oleh jemaah haji.

HNW juga mengingatkan nasib Masjid Al-Aqsha nan tetap dalam penguasaan Israel. Dia pun meminta agar Arab Saudi nan lebih aktif dan efektif untuk menyelamatkan dan membebaskan Masjid Al-Aqsha dari penguasaan Israel. Diharapkan Arab Saudi terdepan secara efektif membela/menyelamatkan Masjid Al-Aqsa kiblat pertama umat Islam dan Masjid Al-Haram nan bakal menambah kemuliaan.

"Karena itu, semuanya berambisi agar semua pihak dapat mengedepankan kemaslahatan kemanusiaan dengan menghentikan perang. Menghadirkan perdamaian dengan menurunkan eskalasi bentrok agar terjadi stabilitas di area nan bakal berakibat positif bagi keselamatan dari dari akibat krisis ekonomi maupun politik," tuturnya.

"Juga untuk memastikan penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2026 dapat melangkah dengan baik kondusif dan damai, dengan biaya nan tidak melonjak. Dan dengan demikian umat Islam sedunia termasuk nan berasal dari AS maupin Iran dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman, damai, dan khusyuk. Berhentinya perang dan hadirnya perdamaian berasas keadilan dunia termasuk dapat dibebaskannya Masjid Al-Aqsha, maka penyelenggaraan haji 2026 malah betul-betul bisa menjadi momentum krusial hadirkan kerjasama dunia dan bersatunya umat Islam di tingkat bumi nan hanya bakal menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia," pungkas Hidayat.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News