Arief Setyadi
, Jurnalis-Senin, 04 Mei 2026 |20:43 WIB

Jusuf Kalla (Foto: Ari Sandita/Okezone)
JAKARTA - Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Manuputty, berbareng Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Victor Tinambunan berjumpa mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) beberapa waktu lalu. Pertemuan itu tak luput dari beragam reaksi.
Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menghormati keputusan ketua PGI dan HKBP. Upaya perbincangan nan dilakukan merupakan bagian dari menjaga komunikasi nan konstruktif sekaligus meredam potensi kesalahpahaman di ruang publik. Untuk itu, GAMKI mengimbau seluruh komponen masyarakat, khususnya umat Kristen, agar menyikapi situasi ini secara bijak dan tetap tenang.
“GAMKI membujuk seluruh komponen masyarakat untuk tetap menjaga etika dalam menyampaikan pendapat serta tidak melakukan serangan individual terhadap pihak mana pun. Ruang publik kudu dijaga agar tetap sehat, rasional, konsentrasi membahas substansi, dan tidak terjebak pada polarisasi,” ujar Kuasa Hukum GAMKI Saddan Sitorus, Senin (4/5/2026).
GAMKI mengungkapkan, krusial untuk menghormati proses nan tengah berlangsung. Baik melalui jalur norma maupun pendekatan dialog, sebagai bentuk penerapan prinsip negara hukum.
“Laporan nan dilakukan GAMKI berbareng lembaga-lembaga lainnya bagian dari meluruskan sesuatu nan keliru. Karena ucapan Bapak Jusuf Kalla bisa disalahartikan bukan saja oleh umat Kristen, tetapi juga kepercayaan lainnya. Hal ini nan mau kita koreksi dan luruskan,” katanya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·