Hedge Fund China Peringatkan Risiko Pecahnya 'Super Gelembung' Saham AI

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Orang-orang melangkah melewati papan elektronik nan menunjukkan pergerakan indeks saham di instansi Bursa Efek Thailand (SET) di Bangkok, Selasa (8/4/2025). Foto: Manan Vatsyayana/AFP

Dua manajer hedge fund paling terkenal di China memperingatkan lonjakan saham berbasis kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) di pasar dunia telah berkembang menjadi gelembung nan berpotensi pecah dalam jangka panjang.

Wealspring Asset, perusahaan nan didirikan oleh nan Dong, investor nan dikenal di China lantaran sukses memprediksi puncak pasar pada 2007, menyebut saham-saham AI dunia telah membentuk 'super bubble' alias gelembung super, dan memperingatkan bahwa'titik kehancurannya mungkin sudah tidak lama lagi'.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam surat kepada investor, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (27/6).

Sementara itu, Shanghai Banxia Investment Management Center menilai pemicu pecahnya gelembung AI sudah mulai terlihat.

Perusahaan itu merujuk pada tekanan terhadap laju pertumbuhan pendapatan Anthropic PBC nan selama ini berkembang sangat pesat.

Berdasarkan ringkasan pandangan sejumlah biaya investasi nan disusun CSC Financial Co dan diperoleh Bloomberg, sedikitnya empat hedge fund China lainnya juga menyatakan sikap hati-hati terhadap sektor AI pada Mei lalu.

Dalam ringkasan tersebut, hanya empat hedge fund nan menyatakan pandangan positif terhadap AI, sementara tujuh lainnya tidak mengambil sikap.

Surat kepada penanammodal tersebut memberikan gambaran mengenai gimana hedge fund terkemuka di China memandang teknologi nan tengah mengguncang pasar global.

Layar menampilkan pergerakan saham di New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat, Kamis (3/4/2025). Foto: Brendan McDermid/Reuters

Sepanjang tahun ini, saham-saham nan mengenai AI melonjak tajam, dengan emiten seperti SK Hynix Inc dan Micron Technology Inc mencatat kenaikan nilai lebih dari tiga kali lipat. Namun, reli tersebut juga diwarnai koreksi tajam lantaran penanammodal mulai bersikap lebih berhati-hati.

Wealspring, nan mengelola aset lebih dari USD 1,4 miliar, menilai banyak perusahaan prasarana AI di China tidak mempunyai kelebihan kompetitif jangka panjang, menjalankan model upaya nan 'cukup biasa', serta memerlukan shopping modal nan terus-menerus agar bisa mempertahankan pertumbuhan.

“Kami betul-betul tidak menyangka bahwa ledakan permintaan semata bisa diangkat sedemikian rupa hingga menghasilkan valuasi dan kapitalisasi pasar setinggi ini. Pada pasar bullish 2015, ada istilah ‘membeli tanpa berpikir’. Dan saat ini, kemungkinan besar kita kembali berada dalam kondisi nan serupa,” tulis perusahaan tersebut kepada para investornya.

Wealspring juga memperkirakan sejumlah saham nan saat ini paling diminati di pasar domestik China sangat mungkin ambruk lebih dari 80 persen, meski tidak menyebut emiten tertentu nan dinilai paling rentan mengalami tindakan jual besar-besaran.

Pendapatan Anthropic di Bawah Espektasi

Banxia, nan mengelola aset lebih dari USD 294 juta, menyoroti tanda-tanda peringatan dari luar China. Perusahaan tersebut memperkirakan laju pendapatan tahunan Anthropic, salah satu parameter nan paling diperhatikan penanammodal AI, bakal berada di bawah ekspektasi pasar.

Banxia menilai perusahaan-perusahaan teknologi besar bakal mulai menahan diri terhadap meningkatnya biaya token AI, sementara para pesaing Anthropic diperkirakan bakal menggerus ketenaran perusahaan tersebut di kalangan developer perangkat lunak.

Pandangan tersebut disampaikan dalam surat kepada investor.

Meski demikian, menghindari investasi di sektor AI juga mempunyai konsekuensi. Dana Zhiyuan milik Wealspring dan biaya macro low-volatility milik Banxia sama-sama membukukan kerugian mini pada beberapa bulan pertama tahun ini, meskipun keduanya tetap mencatat untung jika dilihat dalam jangka panjang.

Indeks CSI Artificial Intelligence China telah naik lebih dari 35 persen sepanjang tahun ini, jauh melampaui kenaikan sekitar 5 persen indeks referensi utama.

Namun, kenaikan tersebut tetap tertinggal dibandingkan pasar lain. Indeks Kospi Korea Selatan, misalnya, melonjak nyaris 100 persen berkah reli tajam saham SK Hynix dan Samsung Electronics Co.

Pendiri Banxia, Li Bei, tetap berpegang pada pandangannya dan menyampaikan peringatan kepada para penanammodal saham.

“Jika penanammodal mau mengalokasikan biaya mereka untuk mengejar saham AI, meskipun Anda mungkin marah kepada saya lantaran mengatakan ini, saya tetap sangat menyarankan: berhati-hatilah, betul-betul berhati-hatilah,” ucap Bei.

Sementara itu Banxia menolak memberikan komentar lebih lanjut. Adapun perwakilan Wealspring belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan