Gresik -
Wanita berinisial SE diduga jadi korban penipuan surat keputusan (SK) tiruan aparatur sipil negara (ASN) di Gresik, Jawa Timur. Padahal SE telah berseragam dinas rapi saat memasuki laman instansi Bupati Gresik
Momen itu terjadi pada Senin (6/4) pagi. SE terhentak dengan realitas bahwa dia tak betul-betul menjadi ASN. Belakangan diketahui, SK pengangkatan PNS nan dia bawa rupanya palsu.
Raut wajah SE langsung masam, penuh kekecewaan. Hal tersebut terjadi saat petugas nan sedang berjaga di Rumah Dinas Bupati Gresik menanyakan penempatan kerja SE.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik Imam Basuki menyebut awalnya pihaknya tidak meletakkan berprasangka terhadap kehadiran wanita tersebut. Ia menduga SE merupakan pegawai baru hasil mutasi dari lembaga lain.
"Awalnya saya kira ada PNS mutasi. Tapi setelah ditanya, dia mengaku ditempatkan di Bagian Humas, padahal bagian itu sudah lama tidak ada lantaran sudah berubah menjadi Bagian Prokopim," ujar Imam kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap arsip nan dibawa SE. Termasuk SK pengangkatan PNS tahun 2024 nan telah dilegalisir.
"Dari situ kami merasa janggal dan langsung cek dokumennya lebih detail," kata Imam.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kejanggalan pada arsip tersebut, terutama pada tanda tangan pejabat nan tercantum. Meski nama pejabat terlihat benar, tanda tangan nan tertera tidak sesuai.
"Namanya benar, tapi tanda tangannya berbeda," imbuhnya.
Saat diberi penjelasan bahwa SK tersebut diduga palsu, SE tampak terpukul. Bahunya merosot, pandangannya kosong, seolah kehilangan arah. Harapan nan dia rawat lama sirna dalam hitungan menit, menyisakan rasa malu, bingung, dan kecewa nan bercampur jadi satu.
Dari penuturannya kepada petugas, SE diduga bukan satu-satunya korban dalam kasus ini. Ada sekitar 12 hingga 15 orang lain nan disebut mengalami kejadian serupa. Mereka dijanjikan lolos seleksi PNS dan diberi SK pengangkatan dengan penempatan berbeda di lingkungan Pemkab Gresik.
Menanggapi temuan tersebut, Pemkab Gresik langsung bergerak sigap melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Mereka segera melakukan penelusuran lebih lanjut. Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo menegaskan, pihaknya sekarang tengah mendalami kasus tersebut.
Baca selengkapnya di sini
(idh/imk)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·