Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar penutupan gerai ritel fesyen asal Swedia, H&M menjadi perhatian pelaku ritel. Kabarnya, H&M bakal menutup 160 gerainya di seluruh bumi pada tahun ini.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan, rencana peritel fesyen asal Swedia tersebut adalah dinamika nan wajar di industri ritel. Di Indonesia, sebutnya, gerai-gerai H&M nan tutup di Indonesia bakal langsung diisi oleh brand lain.
"H&M memang ada penutupan toko-tokonya, namun jejak lokasinya diisi oleh brand-brand nan dipegang oleh operator. Ada brand-brand, jadi tokonya tukar merek, sepertinya seperti itu nan saya dengar," kata Budihardjo kepada CNBC Indonesia, Kamis (30/4/2026).
"Dalam ritel itu, seperti pembaharuan toko, pengecilan toko, ekspansi toko, tutup toko, buka toko itu adalah bagian dari strategi. nan mana tetap ada daya beli maupun consumer behavior-nya, tetap mau dan tetap banyak penjualan itu nan bakal dibuka," jelasnya.
Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, upaya H&M secara dunia nan sedang mengalami kesulitan turut andil dan memengaruhi keahlian H&M di Indonesia.
"Bisnis H&M secara dunia memang sedang mengalami kesulitan nan berakibat juga terhadap keahlian di Indonesia," kata Alphonzus.
Namun, dia enggan memberikan komentar lebih lanjut perihal penutupan gerai H&M.
Ratusan Gerai Ditutup
Melansir The Sun, H&M sebelumnya telah menutup 163 gerai di seluruh dunia, dan berencana menutup kembali 160 gerainya di tahun ini, kemudian menggeser konsentrasi upaya ke e-commerce dan investasi di lokasi-lokasi nan paling menguntungkan.
Sepanjang kuartal pertama tahun ini, raksasa ritel fesyen asal Swedia itu dilaporkan mencatat penurunan untung saat tengah menyesuaikan upaya ke daring dan memangkas sebagian toko mereka.
"Optimalisasi portofolio toko memberikan akibat nan agak negatif terhadap penjualan kuartal pertama 2026, akibat penutupan dan pembangunan kembali toko," ungkap pihak H&M dalam laporan pendapatan mereka, dikutip dari The Sun.
"Namun, untuk tahun penuh 2026, pengaruh penjualan dari optimasi toko diperkirakan bakal sedikit positif," sambungnya.
Perusahaan menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, termasuk mendorong margin per meter persegi dan menekan biaya operasional.
Fenomena ini juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen global.
"Para pembeli sekarang lebih mementingkan nilai, lebih banyak berbelanja online, dan kurang loyal terhadap toko bentuk tradisional," kata CEO Retail Tech Media Nexus Dominick Miserandino sebelumnya kepada The U.S. Sun.
"Itulah kenapa kita memandang begitu banyak perusahaan tersandung. Kondisi ekonomi sedang sulit," imbuh dia
Diskon Besar di Situs H&M
Di tengah penyesuaian tersebut, H&M juga terlihat garang mendorong penjualan digital. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di situs resminya, perusahaan menampilkan promo besar seperti "Buy 2 Get 1 Free" dalam program payday deals.
Promo ini menjadi salah satu langkah menarik konsumen, seiring pergeseran pola shopping ke kanal online.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·