Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan hasil obrolan bilateral antara Indonesia dan Rusia.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto berbareng sejumlah menteri, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (13/4/2026) lalu.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan bahwa sinyal positif dari Rusia didapatkan mengenai kerja sama energi, termasuk untuk memasok minyak mentah (crude) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Indonesia.
"Jadi sekarang tim di Rusia pun ada tim nan sedang menyiapkan teknisnya. Jadi skemanya seperti apa. Kita belum sampai ke volume. Tapi paling tidak Rusia mau kerja sama crude, BBM, LPG itu sudah bagus," ungkapnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Kerja sama tersebut direncanakan berjalan untuk jangka panjang untuk menjamin kesiapan daya di dalam negeri. Pasokan minyak mentah dari Rusia nantinya diproyeksikan untuk diolah langsung menjadi BBM di kilang-kilang domestik, sehingga meningkatkan nilai tambah, serta kemandirian energi.
"Iya kemarin kan nan diumumkan itu crude sama LPG ya baru dua itu. nan BBM-nya belum disampaikan tapi itu kan penting. Nanti kan crude diolah jadi BBM. Betul, intinya itu," lanjut Laode.
Selain pasokan bahan bakar, pemerintah juga menjajaki kesempatan kerja sama pembangunan akomodasi penyimpanan alias storage energi, salah satunya di Karimun, Kepulauan Riau.
"Karimun itu kan penyimpanan internasional di sana. Dan di sana itu ada slot nan tetap bisa dibangun storage. Jadi slot itu kelak nan kemungkinan bakal kita manfaatkan untuk penambahan storage tersebut," katanya.
Dengan begitu, pemerintah memastikan pembangunan prasarana di Karimun tersebut bukan merupakan skema sewa, melainkan pembangunan akomodasi penyimpanan baru. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan upaya pemerintah dalam mendiversifikasi sumber pasokan dan prasarana pendukung daya dari beragam negara.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berbareng Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev melakukan tatap muka langsung pada Selasa (15/4/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.
Dalam forum tersebut, kedua pihak membahas kesempatan konkret kerja sama daya nan dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan minyak mentah (crude) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan daya Indonesia salah satunya suplai minyak dan gas bumi dan penyimpanan (storage). Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan daya Rusia, antara lain Rosneft, Ruschem, Zahrubesneft, dan Lukoil.
"Hari ini saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin. Alhamdulillah apa nan sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil nan cukup baik di mana kita bisa mendapatkan persediaan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita bakal bisa mendapatkan LPG," kata Bahlil mengutip siaran persnya, Rabu (15/4/2026).
Bahlil menegaskan bahwa kerja sama tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah Government to Government (G2G) maupun business to business (B2B), nan diharapkan dapat memberikan kepastian terhadap kesiapan persediaan daya nasional, khususnya untuk minyak mentah dan LPG di Indonesia.
Di sisi lain, Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk memperluas ruang kerjasama dengan Rusia, termasuk pada pengembangan storage crude, pasokan jangka panjang minyak mentah dan LPG, penjajakan nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.
"Kita mau semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan daya nasional," tegasnya.
Bahlil menilai hasil pertemuan itu memberi sinyal positif bagi penguatan ketahanan daya nasional. di tengah dinamika dunia nan tidak menentu. Ia menilai kemitraan dengan Rusia dapat menjadi salah satu opsi penting, mengingat kapabilitas produksi daya negara tersebut nan besar serta pengalamannya dalam industri minyak dan gas.
"Sekali lagi saya merasa senang hari ini lantaran atas pengarahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas. Dan alhamdulillah sekali lagi saya katakan bahwa Insya Allah bisa kita mendapatkan nan baik," jelas Bahlil.
(wia)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·