Bagas Abdiel
, Jurnalis-Senin, 27 Juli 2026 |12:17 WIB

Hasil jelek nan didapat pada Indonesia Open jadi bahan bakar Fajar/Fikri juara China Open 2026 (Foto: PBSI)
CHANGZHOU – Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengakui tampil di China Open 2026 Super 1000 dengan motivasi berlipat dobel usai kandas pada Indonesia Open. Mereka pun puas bisa bayar kegagalan tersebut.
Fajar/Fikri memastikan gelar juara China Open 2026 setelah mengalahkan pasangan nomor satu bumi asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae di laga final nan berjalan di Changzhou, Minggu 26 Juli 2026. Mereka menang tiga gim dengan skor 16-21, 21-19, 21-19.
1. Pukulan Telak

Fajar mengakui, hasil jelek di Indonesia Open 2026, di mana tersingkir pada babak pertama, sempat memberikan pukulan telak. Namun, hasil tersebut justru menjadi motivasi untuk membuktikan diri.
"Hasil tidak maksimal di Indonesia Open, di kandang sendiri membikin kami terpukul, tapi dari situ pasti ada motivasi sendiri buat kami bisa menjawab keraguan semuanya," ujar Fajar, dalam keterangan pers PBSI usai laga, dikutip Senin (27/7/2026).
Duet berjuluk FiFa itu menilai gelar juara China Open 2026 merupakan buah dari kerja keras. Ia berambisi pencapaian tersebut bisa menjadi momentum kebangkitan dobel putra Indonesia di turnamen level internasional.
"Ini rezeki dan hasil kerja keras kami. Semoga menjadi momentum untuk dobel putra semakin baik, bangkit lagi dengan junior-junior kami semakin termotivasi untuk terus mengejar dan menempel ranking kami jadi di level atas," kata Fajar.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·