Hashim Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum dan Kontrak Sektor Migas

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Tangerang, CNBC Indonesia - Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menekankan pentingnya kepastian norma serta stabilitas perjanjian bagi para penanammodal di sektor minyak dan gas bumi (migas). Hal itu menjadi syarat agar investasi bisa masuk di Indonesia dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Hashim sendiri mempunyai 'jam terbang tinggi' di sektor migas, dia sudah berkecimpung setidaknya dalam 3 dasawarsa terakhir. Menurutnya, tanpa agunan perlindungan norma dan kebijakan fiskal nan kompetitif, Indonesia bakal susah bersaing dalam memperebutkan modal dari para pemodal internasional.

"Maka saya tahu gimana pentingnya kepastian hukum, sanctity of contracts, dan fiscal terms. Untuk mendorong investasi nan bakal datang apalagi gas, apalagi di deep water, apalagi di 20 basins nan tetap ada prospek, pengusaha penanammodal perlu kepastian hukum, perlu stabilitas," ujarnya dalam aktivitas The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Kamis (21/5/2026).

Hashim memaparkan rekam jejak bisnisnya nan pernah merambah beragam negara mulai dari Kazakhstan, Azerbaijan, Amerika Serikat, hingga Brunei. Ia menilai keberhasilan operasional di wilayah-wilayah tersebut sangat berjuntai pada kepatuhan pemerintah setempat terhadap kesepakatan upaya nan telah ditandatangani.

"Kita ada masa depan nan sangat cerah, sangat menjanjikan, tapi bersyarat. Syaratnya adalah kepastian hukum, fiscal terms, dan stabilitas politik, dan ada keamanan dan ketertiban. Kalau tidak ada keamanan ketertiban, penanammodal tidak mau beroperasi. Kalau tidak ada fiscal terms, penanammodal tidak bakal investasi. Kalau tidak ada kepatuhan mengenai kontrak-kontrak, penanammodal bakal hengkang," tegasnya.

Hashim juga mengungkapkan bahwa pemahaman mengenai bumi investasi ini juga dimiliki oleh Presiden Prabowo Subianto nan mempunyai latar belakang sebagai petinggi perusahaan migas miliknya selama tujuh tahun. Kondisi tersebut diklaim memberikan nilai tambah bagi Indonesia lantaran Kepala Negara memahami secara langsung akibat dan angan para penanammodal di Tanah Air.

"Presiden Prabowo tahu apa artinya, gimana rasanya menjadi penanammodal di negeri asing, di tanah nan jauh, tanah nan asing. Dan nan dibutuhkan penanammodal adalah kesucian kontrak, stabilitas politik, serta keselamatan dan keamanan," tuturnya.

Di tengah ketidakpastian geopolitik dunia saat ini, posisi Indonesia sebagai negara netral dinilai sebagai modal kuat untuk menarik minat pemodal asing dari beragam negara, termasuk Rusia dan China. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga suasana upaya nan kondusif agar seluruh komitmen investasi nan masuk dapat terlindungi dengan baik oleh negara.

"Indonesia adalah negara netral, negara nan kondusif bagi penanammodal dari seluruh dunia. Tidak ada argumen untuk tidak berinvestasi di Indonesia. Indonesia adalah negara nan kondusif bagi semua investor," tutupnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News