Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet, Senin (27/4/2026). Salah satu pejabat nan dilantik adalah mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi nan ditunjuk menjadi Penasihat Khusus Bidang Komunikasi dan Media.
"Sebagai pembantu presiden, saya bakal bekerja sama nan sangat erat dengan abangda Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Bang Qodari, mungkin juga dengan Ibu Menkomdigi, dengan Wamenkondigi untuk memperkuat bagian komunikasi," kata Hasan usai pelantikan.
Dia berharap, pesan dari pemerintah nan mau diketahui publik bisa sampai dan dipahami ke masyarakat. Termasuk meluruskan pemahaman buletin dan info nan tidak betul terhadap pemerintah.
Namun, pada kesempatan itu, dia tidak membenarkan bakal kembali ditunjuk sebagai ahli bicara presiden. Sebab, sudah ada Menteri Sekretaris Negara dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
"Itu nan setahu saya jadi jubir. Tapi jika diperintahkan presiden untuk maju lagi, saya siap. Kalau diperintahkan Kepala Bakom lagi, maju lagi ketemu kawan media Insya Allah saya siap," tuturnya.
Dalam kesempatan nan sama, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menjelaskan bahwa tugas dari kedudukan barunya sekarang semakin berat. Sebab, banyak program pemerintah nan dikerjakan, dari saat dia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
"Jadi waktu dikasih tahu itu angan saya tambah panjang lantaran ini berat sekali," tuturnya.
Selain itu, menurut Qodari, perihal nan menjadi tantangan adalah lanskap media nan saat ini sudah sangat berbeda dari 10 - 20 tahun lalu. Sebab, ada media sosial nan berperilaku sebagai pers.
"Tapi dengan izin beda dengan pers. Pada titik itu suatu tantangan tersendiri," kata Qodari.
(miq/miq)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·