Hari Kemerdekaan Indonesia, Mendiktisaintek Sebut 841 Ribu Mahasiswa Dijangkau KIP Kuliah

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Hari Kemerdekaan Indonesia, Mendiktisaintek Sebut 841 Ribu Mahasiswa Dijangkau KIP Kuliah Gedung SBMITB. (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan, momentum hari kemerdekaan Indonesia kudu diisi dengan pembangunan sumber daya manusia nan berbobot antara lain memperluas akses KIP Kuliah(Dok.ITB)

MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan, momentum hari kemerdekaan Indonesia kudu diisi dengan pembangunan sumber daya manusia nan berkualitas. Ia menyebut program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah  menjangkau lebih dari 841 ribu mahasiswa dengan anggaran sekitar Rp7,47 triliun nan diharapkan bisa memperluas akses masyarakat ke perguruan tinggi.

"Pendidikan tinggi bukan hanya mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan pemimpin, peneliti, inovator, dan wirausahawan nan bisa menghadirkan solusi bagi beragam tantangan bangsa," kata Brian, Senin (17/8).

Sejalan dengan ekspansi akses KIP Kuliah, Brian menyebut sejak 2025 hingga Agustus 2026, ribuan pengajar dan tenaga kependidikan memperoleh support danasiwa untuk menempuh pendidikan magister dan doktoral. Penguatan juga dilakukan terhadap kelembagaan ratusan perguruan tinggi swasta serta revitalisasi lembaga pendidikan tenaga kependidikan.

Untuk memperkuat bagian kesehatan, sambung dia, pemerintah memperluas kapabilitas pendidikan kedokteran melalui pembukaan sembilan fakultas kedokteran baru serta 165 program studi ahli dan subspesialis. Brian menilai kebijakan tersebut turut membuka akses pendidikan master ahli di 11 provinsi.

Peningkatan kualitas perguruan tinggi juga terlihat dari capaian dalam pemeringkatan global. Brian mengatakan tujuh perguruan tinggi Indonesia masuk dalam 500 besar QS World University Rankings 2027. Universitas Indonesia menjadi kampus Indonesia dengan ranking tertinggi, ialah posisi ke-191 bumi dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi nasional nan masuk 200 besar.

Di sisi lain, pemerintah menempatkan riset sebagai instrumen krusial untuk menjawab beragam kebutuhan pembangunan. Sepanjang 2026, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memberikan pendanaan terhadap 12.971 titel penelitian.

"Kolaborasi riset juga diperluas dengan melibatkan 119 diaspora Indonesia dari 31 negara. Mereka bekerja sama dengan 60 perguruan tinggi nan tersebar di 24 provinsi," ujarnya.

Upaya memperbesar akibat penelitian dilanjutkan melalui program hilirisasi. Sebanyak 924 proposal Hilirisasi Riset Prioritas memperoleh pendanaan dengan support 791 mitra dari beragam sektor. Kemitraan tersebut mencakup bumi usaha, industri, pemerintah, BUMN, BUMD, hingga masyarakat, dengan tujuan mendorong hasil penelitian menjadi teknologi, produk, kebijakan, maupun jasa nan dapat diterapkan.

Penguatan ekosistem penemuan juga tercermin dari pengembangan Science Techno Park di empat perguruan tinggi. Program tersebut menghasilkan 118 kekayaan intelektual nan telah dimanfaatkan industri, menginkubasi 145 tim perusahaan rintisan, serta melahirkan 24 penemuan nan telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 9.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia