Operasi SAR campuran memasuki hari keempat untuk mencari lima wartawan dan tiga awak kapal nan lenyap kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Jumat (11/9). Sebanyak 11 kapal dikerahkan untuk mendukung pencarian nan dilakukan di enam sektor.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan pencarian nan sekarang mencakup enam sektor tersebut merupakan perkembangan operasi berasas pengarahan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, nan turut memantau langsung operasi SAR campuran berbareng Gubernur Banten, Andra Soni.
“Bapak Kabasarnas menyampaikan bahwa operasi SAR dikembangkan menjadi enam sektor. Pada hari pertama pencarian dilaksanakan di tiga sektor, kemudian hari kedua dikembangkan menjadi lima sektor dan pada hari ketiga kembali diperluas menjadi enam sektor,” jelas Hengki.
Dalam pencarian tersebut, sebanyak 11 kapal dikerahkan. Kapal-kapal itu terdiri dari KRI, kapal Kepolisian, kapal Basarnas, serta kapal dari potensi SAR lainnya.
“Menurut penjelasan Bapak Kabasarnas, sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi ini. Selain itu, lebih dari 300 personel terlibat, baik nan berada di lapangan maupun nan mendukung penyelenggaraan operasi dari posko gabungan,” jelasnya.
Pencarian dilakukan dengan mengoptimalkan unsur laut dan udara. Namun, penyelenggaraan operasi tetap mempertimbangkan keselamatan personel serta kondisi di lapangan. Dalam pencarian melalui udara, kondisi jarak pandang nan terbatas menjadi salah satu aspek nan diperhatikan.
Menurut Hengki, seluruh unsur SAR terus mengumpulkan info dan info dari lapangan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pencarian berikutnya.
“Bapak Kabasarnas juga menegaskan bahwa seluruh unsur terus bekerja sama dan mengumpulkan setiap info maupun info nan diperoleh dari lapangan. Hal tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” tutur Hengki.
Selain pencarian, Polda Banten turut memberikan support psikososial kepada family para korban selama operasi berlangsung.
“Pendampingan ini dilakukan agar family mendapatkan penguatan dan dapat lebih legowo dalam menghadapi kondisi nan terjadi. Saat ini, family korban tetap berada pada fase denial, sehingga pendampingan psikologis terus dilakukan selama proses operasi pencarian berlangsung,” ujar Hengki.
Hengki juga menyampaikan imbauan Kabasarnas kepada masyarakat agar mengikuti ketentuan nan dikeluarkan pemerintah wilayah maupun kementerian dan lembaga nan berwenang, khususnya bagi masyarakat nan beraktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Bapak Kabasarnas mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti ketentuan nan dikeluarkan oleh pemerintah wilayah maupun kementerian dan lembaga nan berwenang. Ini krusial untuk keselamatan masyarakat, khususnya nan melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau,” kata Hengki.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·