Hari Ke-36 Perang Iran: Jet Tempur AS Ditembak Jatuh, Lokasi Israel Dihantam Rudal

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

 Jet Tempur AS Ditembak Jatuh, Lokasi Israel Dihantam Rudal

Hari Ke-36 Perang Iran: Jet Tempur AS Ditembak Jatuh, Lokasi Israel Dihantam Rudal (Reuters via Al Jazeera)

JAKARTA - Perang antara Iran dengan Israel-Amerika Serikat (AS) telah memasuki hari ke-36, sejak meletus pada 28 Februari, diawali dengan serangan udara pasukan Israel-AS. Dari perkembangan terbaru, Iran menyatakan bertanggung jawab atas penembakan jatuh dua jet tempur AS.

Melansir Al Jazeera, Sabtu (4/4/2026), dua awak pesawat Amerika diselamatkan dan satu awak pesawat tetap lenyap setelah sebuah F-15E Strike Eagle jatuh di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad dan sebuah A-10 Warthog jatuh ke Teluk, menurut laporan media AS.

Warga Iran turun ke jalan di Teheran untuk merayakan apa nan digambarkan oleh pihak berkuasa sebagai keberhasilan militer besar.

Para pejabat Iran mengatakan, penembakan jatuh pesawat tersebut menunjukkan Teheran tetap mempunyai keahlian untuk menghadapi pasukan AS dan Israel, meskipun klaim pemerintahan Trump prasarana militer negara itu telah rusak parah.

Insiden tersebut menandai peningkatan signifikan dalam konflik, dengan operasi pencarian dan pengamanan sedang berjalan untuk awak pesawat AS nan hilang.

Berikut rangkuman terbaru mengenai perang Iran melawan Israel-AS: 

Iran

Pasukan AS sedang melakukan operasi pencarian dan pengamanan untuk seorang awak pesawat nan lenyap setelah Iran menembak jatuh dua pesawat tempur Amerika. Sebuah helikopter Black Hawk AS nan terlibat dalam pencarian juga terkena tembakan Iran tetapi sukses tetap terbang, menurut laporan media AS.

Iran mengatakan, "sistem pertahanan canggih baru" menembak jatuh pesawat tersebut, bertentangan dengan klaim AS sebelumnya bahwa pertahanan udaranya telah hancur.

Menurut otoritas Iran, jumlah korban jiwa terus meningkat dengan setidaknya 2.076 orang tewas dan 26.500 terluka di Iran sejak awal perang pada 28 Februari 2026.

Kantor buletin semi-resmi Iran, Fars, pada Jumat melaporkan, Teheran telah menolak proposal AS untuk gencatan senjata 48 jam. AS tidak mengonfirmasi alias mengomentari laporan tersebut, nan mengutip sumber nan tidak disebutkan namanya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mempertanyakan ketulusan AS dalam diplomasi, menuduh Washington munafik dan meminta bumi untuk menilai “pihak mana nan terlibat dalam perbincangan dan negosiasi, dan pihak mana nan terlibat dalam terorisme” setelah serangan baru-baru ini nan menewaskan istri seorang pejabat senior Iran.

Pezeshkian mengatakan dia berkonsultasi dengan presiden Finlandia mengenai ancaman Presiden AS Donald Trump untuk membom Iran “kembali ke Zaman Batu”. Ia menyebut pernyataan itu sebagai pengakuan jelas atas niat untuk melakukan “kejahatan perang besar-besaran” dan memperingatkan organisasi internasional agar tidak tetap netral.

Situasi di Negara-Negara Teluk

Sementara itu, seorang penduduk negara Mesir tewas dan empat lainnya terluka setelah kebakaran di kompleks gas di Abu Dhabi, nan disebabkan puing-puing nan jatuh dari serangan nan dicegat, kata Kantor Media Pemerintah.

Di sisi lain, pihak berkuasa Kuwait mengatakan serangan Iran menghantam kilang minyak dan pabrik desalinasi, meskipun Teheran membantah menargetkan akomodasi air tersebut.

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri melaporkan bahwa empat orang terluka dan beberapa rumah rusak di wilayah Sitra setelah serpihan jatuh dari pesawat tak berawak Iran nan dicegat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com