Harga avtur nan naik akibat bentrok di Timur Tengah, membikin pemerintah mengizinkan nilai tiket pesawat domestik turut naik sebesar 9-13 persen.
Hal ini membikin sektor pariwisata turut berdampak, tak terkecuali travel agent. Melihat perihal tersebut, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Pauline Suharno, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan sejak tahun lalu.
Pauline mengaku bahwa sejak nilai tiket pesawat nan terus naik dari tahun lampau dan tidak turun-turun, membikin ASTINDO melakukan beragam antisipasi, salah satunya memperkuat aglomerasi.
"Kami melakukan beragam persiapan sejak tahun lalu, ketika memang nilai tiket pesawat tetap tetap nggak turun-turun, dan ada government spending nan dibatasi. Jadi, antisipasi kami memperkuat aglomerasi," ujar Pauline, kepada kumparan.
Lebih lanjut, Pauline mencontohkan bahwa mereka membikin paket-paket wisata untuk masing-masing daerah, dengan beragam pengganti transportasi, tak hanya pesawat.
"Misal kaya Jakarta, orang Jakarta nggak hanya ngandelin pergi ke Bali saja alias ke pulau lain, tapi bisa berpiknik dengan menggunakan kendaraan pribadi alias kereta api. Itu sudah kami buat semua paket-paketnya," ungkap Pauline.
"Jadi, kita kerjasama bikin paket (wisata) dari Jakarta ke Solo, lampau pulangnya dari Banyuwangi alias Yogyakarta, itu semua sudah ada paket-paketnya," tambahnya.
Meskipun demikian, tetap ada sedikit kekhawatiran dari ASTINDO mengenai perilaku masyarakat Indonesia nan justru memilih untuk berpiknik ke luar negeri, lantaran dianggap biayanya nan lebih murah.
"Tapi kan Kembali lagi, apakah market bisa menerima ini dan orang Indonesia jika nggak kepepet, kayanya jika nggak ada pilihan, baru diambil (opsi wisata di dalam negeri) gitu, kan" katanya.
Sebab, prasarana di Indonesia dinilai belum terlalu mumpuni untuk membikin masyarakat Indonesia berpiknik di dalam negeri. Pauline kembali mencontohkah jika dari Medan mau pergi ke Belitung, traveler kudu transit dulu di Jakarta, lantaran tidak ada penerbangan langsung alias transportasi pendukung lainnya.
"Kami pernah ada aktivitas di Belitung dan kudu menerbangkan pengguna dari Medan ke Belitung itu kudu transit di Jakarta dulu. Makanya kenapa nggak bergerak domestiknya, lantaran nggak terjangkau," ujar Pauline.
Oleh lantaran itu, Pauline berambisi dengan semakin banyaknya prasarana nan mendukung di Indonesia, membikin semakin banyak masyarakat Indonesia nan berpiknik di dalam negeri.
"Kalau kaya di China, kita lihat semua penjuru China itu bisa dijangkau dengan highway alias kereta cepat. Nah, semestinya di Indonesia pun melakukan perihal sama, ada pengganti antar pulau agar lebih murah, sehingga tidak perlu hanya naik pesawat," pungkas Pauline.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·