Jakarta, CNBC Indonesia - Memanasnya situasi geopolitik dunia mulai terasa dampaknya ke sektor industri dalam negeri. Salah satu nan paling terdampak adalah bahan baku plastik. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui bahwa kondisi ini bakal berakibat langsung pada biaya produksi.
"Pasti ada pengaruhnya, khususnya terhadap cost dan nilai plastik," ujar dia di JiExpo Kemayoran, Rabu (15/4/2026).
Kenaikan nilai bahan baku berpotensi menekan margin industri, terutama bagi pelaku upaya skala mini dan menengah. Pemerintah pun mulai mengarahkan perhatian unik pada golongan ini agar tetap bisa bertahan.
"Supplier kudu memberi perhatian unik kepada industri kecil," tegasnya.
Penyesuaian nilai menjadi salah satu langkah nan didorong pemerintah untuk menjaga keseimbangan industri.
"Mereka diharapkan bisa menurunkan margin," lanjutnya.
Selain tekanan harga, ketidakpastian dunia juga memperbesar akibat gangguan pasokan nan bisa berakibat pada produksi. Meski begitu, pemerintah tetap memandang kesempatan bagi industri untuk memperkuat di tengah situasi ini.
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
"Ketidakpastian ini sudah sering terjadi dan kita bisa melewatinya," katanya.
Pengalaman menghadapi krisis sebelumnya menjadi modal krusial bagi industri nasional untuk tetap resilien.
"Resiliensi industri kita terbukti kuat, termasuk saat menghadapi COVID-19," ujarnya.
Optimisme ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus menjaga stabilitas sektor industri di tengah tekanan global.
"Kita kudu tetap optimis bahwa kondisi ini bakal membaik dalam waktu dekat," pungkasnya.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·