Harga Pertamax Naik, DPR Bilang Pemerintah Siapkan Insentif

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkapkan bahwa pemerintah tengah merumuskan stimulus kepada masyarakat usai kenaikan nilai BBM RON 92 Pertamina alias Pertamax.

"Itu sedang dirumuskan, Tadi kita diskusinya di sana," ujar MIsbakhun saat ditanya pewarta soal komunikasi dengan pemerintah untuk mengantisipasi inflasi akibat kenaikan nilai Pertamax.

"Sudah didiskusikan, sedang lagi dilakukan upaya penghitungan apa nan kelak menjadi stimulus alias insentif sektor. nan pasti biasanya masyarakat nan menggunakan Pertamax itu kan masyarakat-masyarakat nan berdesakan dengan Pertalite. Nah kita mau pastikan apa sih nan mereka butuhkan sebagai stimulus," lanjutnya.

Misbakhun sendiri meyakini kenaikan nilai BBM Pertamax dapat memengaruhi kenaikan inflasi, namun secara pasti belum bisa dipastikan.

"Karena kan Pertamax ini kan lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Bukan BBM industri nan biasanya memberikan tekanan nan paling berat itu kan adalah BBM industri," imbuh Misbakhun.

Kenaikan nilai Pertamax nan dilakukan oleh Pertamina, ujar Misbakhun, adalah corak penyesuaian dari tingginya nilai minyak mentah global, di mana penyesuaian lebih dulu dilakukan di nilai BBM Pertamax Plus dan Pertamax Turbo.

"Nah sekarang kan Pertamax mulai dilakukan penyesuaian harga," imbuhnya.

PT Pertamina resmi meningkatkan nilai dua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai 10 Juni 2026.

Berdasarkan situs PT Pertamina Patra Niaga, Pertamina meningkatkan nilai BBM non subsidi Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (setara RON 95) mulai Rabu, 10 Juni 2026.

Di DKI Jakarta dan sekitarnya, nilai Pertamax (RON 92) mulai 10 Juni 2026 dibanderol Rp 16.250 per liter, naik Rp 3.950 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter. Sementara nilai BBM Pertamax di Pertashop sekarang dibanderol Rp 16.150 per liter.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News